Moneter.id – Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar
Rp492,5 triliun pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia (SDM) dan sarana prasarana pendidikan.
“Dari sisi kebijakan APBN, 20% yang mencapai
lebih dari Rp492,5 triliun tahun ini adalah untuk meningkatkan kualitas
pendidikan dan SDM yang bermutu,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri
Mulyani Indrawati, Selasa (23/7).
Menkeu menilai perlu ada partisipasi dari dunia usaha
dalam meningkatkan sumber daya manusia.
“Oleh karena itu, kami kemarin gunakan insentif
fiskal atau memberikan insentif pengurangan pajak hingga 200-300% untuk
pendidikan vokasi serta dalam rangka untuk penelitian dan inovasi,”
katanya.
Menkeu Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah terus
mengoptimalkan APBN dan kebijakan fiskal termasuk untuk menyelesaikan berbagai
isu di dunia pendidikan.
Untuk membantu meningkatkan akses para siswa yang
kurang mampu ke layanan pendidikan dasar yang bermutu, lanjut dia, pemerintah
menjalankan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bantuan Operasional Sekolah
(BOS).
Tahun ini, kata Sri Mulyani, PIP diberikan kepada 20,1
juta siswa penerima bantuan atau lebih banyak dibanding penerima bantuan PIP
2018 yang mencapai 19,6 juta siswa, sedangkan di sisi lain jumlah siswa
penerima BOS meningkat tajam hingga mencapai hampir 60 juta siswa di 2018.
“Anggaran pendidikan terus meningkat setiap tahun
dan telah naik signifikan dibanding 5 tahun lalu, yaitu dari Rp353,4 triliun di
2014 menjadi Rp492,5 triliun di 2019, atau naik sebesar 39,4 persen,”
ujarnya.
Lebih jauh, Menkeu menjelaskan, Pemerintah juga terus
berusaha memperbaiki kualitas sarana pendidikan untuk para peserta didik dan
pada APBN 2019. “Pemerintah menargetkan penambahan dan perbaikan infrastruktur
pendidikan berupa penambahan 56.944 ruang kelas, pembangunan 8.314 sekolah
baru, serta rehabilitasi 48.630 sekolah,” kata Menkeu.




