Moneter –
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan Indonesia bisa masuk dalam 10
besar perekonomian dunia pada 2030 mendatang.
“Untuk jangka pendek, pemerintahan masih terus
berupaya mengurangi pengangguran yang sempat naik dan mewujudkan Indonesia
maju. Oleh karena itu, pemerintah tengah merancang transformasi ekonomi,”
kata Airlangga, Kamis (04/11).
Kata Airlangga, rancangan dan target untuk menembus 10
besar perekonomian dunia itu akan memanfaatkan era industri 4.0 di tujuh sektor
prioritas.
“Berbekal rancangan transformasi ekonomi ini, kami
menargetkan Indonesia bisa masuk sepuluh besar di perekonomian dunia pada
2030,” ujarnya.
Airlangga juga memaparkan bahwa untuk melakukan
revolusi struktural perlu adanya implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja
Omnibuslaw dan perkembangan yang diiringi dengan teknologi dan digitalisasi
menjadi hal yang penting.
Selain itu, sektor pendidikan juga dinilai menjadi
ujung tombak perubahan pada sektor industri dengan mempersiapkan re-training
dan re-skilling.
“Untuk sektor kewirausahaan, Indonesia masih berada di
angka 3,7 persen. Angka ini masih terus diupayakan untuk ditingkatkan menjadi 5
persen,” paparnya.
Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah
wirausahawan, kata Airlangga, adalah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah
(PP) terkait kemudahan perlindungan dan pemberdayaan UMKM. Peraturan itu juga harus
memuat bagaimana memperbanyak inkubator usaha.
“Harapan saya, saya bisa mendirikan
inkubator-inkubator di Kampus Putih UMM. Dengan begitu, lampus dengan
akreditasi A ini mampu mengahsilkan wirausahawan yang berkualitas,”
ucapnya.
Airlangga juga menyinggung Indonesia yang masuk dalam
sepuluh besar dunia industri halal. Tidak mengejutkan, mengingat jumlah
penduduk Muslim di Indonesia juga tinggi. Hanya saja, produksi halal masih
didominasi pada industri makanan dan minuman.
“UU Cipta Kerja juga akan memudahkan industri
halal. Salah satunya terkait dengan sertifikat halal gratis bagi para
pengusaha,” katanya.
Untuk itu, katanya, perlu ada sinergi yang kuat dari
berbagai aspek. “Dalam usaha meningkatkan ekonomi Indonesia maju, perlu adanya
sinergi antara sektor pendidikan, industri dan media,” ucapnya.
“Meski di tengah pandemi, perekonomian Indonesia bisa
tumbuh hingga 7,07 persen dan menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 16 tahun
terakhir,” tungkasnya.




