Selasa, Maret 3, 2026

Menko Airlangga: Proyeksi Alokasi PEN 2021 Capai Rp553,09 Triliun

Must Read

Moneter.id

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan proyeksi
alokasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini mencapai
Rp553,09 triliun atau mendekati realisasi 2020 sebesar Rp579,78 triliun.

Katanya, pemerintah meningkatkan alokasi anggaran PEN
dari sebelumnya Rp403,9 triliun sebagai bentuk komitmen serta dukungan terhadap
pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi COVID-19.

“Artinya, pemerintah sudah melihat bahwa pemulihan
ekonomi pada 2021 ini memerlukan support yang sama seperti 2020,” ujarnya di Jakarta,
Selasa (26/1/21).

Menurutnya, selama herd
immunity
masyarakat Indonesia belum terpenuhi melalui vaksinasi yang akan
dilakukan selama satu tahun ke depan maka enam bidang harus terus mendapat
dukungan.

Enam bidang yang masuk dalam fokus anggaran PEN 2021
sebesar Rp553,09 triliun meliputi kesehatan, perlindungan sosial, program
prioritas, UMKM dan pembiayaan korporasi, serta insentif usaha.

Untuk bidang kesehatan mendapat alokasi sebesar
Rp104,7 triliun yang digunakan untuk pengadaan dan operasional vaksin COVID-19,
sarana, prasarana, dan alat kesehatan, biaya klaim perawatan, insentif tenaga
kesehatan dan santunan kematian, serta bantuan iuran BPJS untuk PBPU/BP.

Untuk bidang perlindungan sosial memiliki alokasi
Rp150,96 triliun dengan fokus PKH bagi 10 juta KPM, kartu sembako, prakerja,
BLT dana desa, bansos tunai bagi 10 juta KPM, subsidi kuota PJJ, serta diskon
listrik.

Untuk program prioritas dialokasikan Rp141,36 triliun
yang difokuskan pada dukungan pariwisata, ketahanan pangan, pengembangan ICT,
pinjaman ke daerah dan subsidi ke daerah, padat karya K/L, kawasan industri,
serta program prioritas lainnya.

Untuk bidang UMKM dan pembiayaan korporasi
dialokasikan Rp156,06 triliun dengan fokus pada subsidi bunga KUR dan non-KUR,
IJP korporasi dan UMKM, penempatan dana, serta penjaminan loss limit dan
korporasi.

Kemudian juga untuk pembiayaan PEN lainnya serta PMN
kepada BUMN yang menjalankan penugasan yaitu HK, ITDC, Pelindo III, dan KIW. Terakhir
yaitu alokasi untuk insentif usaha 2021 masih akan secara reguler dilaporkan.

Sementara itu, realisasi anggaran PEN untuk tahun lalu
yaitu hingga akhir 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp579,78 triliun atau 83,4
persen dari pagu Rp695,2 triliun.

Realisasi tersebut meliputi bidang kesehatan Rp63,51
triliun dari pagu Rp99,5 triliun, perlindungan sosial Rp220,39 triliun dari
pagu Rp230,21 triliun, serta sektoral K/L dan Pemda Rp66,59 triliun dari pagu
Rp67,86 triliun.

Selanjutnya UMKM Rp112,44 triliun dari pagu Rp116,31
triliun, pembiayaan korporasi Rp60,73 triliun dari pagu Rp60,73 triliun, serta
insentif usaha Rp56,12 triliun dari pagu Rp120,61 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img