Jumat, April 24, 2026

Menpar ke Mahasiswa, Yuk ‘Go Digital’ Promosikan Pariwisata Daerah

Must Read

Moneter.id – Menteri
Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak mahasiswa dan kaum milenial untuk “go
digital” mempromosikan pariwisata dan mengangkat potensi unggulan daerahnya
melalui platform berbasis teknologi yang begitu dekat dengan keseharian anak
muda.

“Saat
ini promosi melalui digital menjadi cara ampuh untuk mengangkat potensi
pariwisata suatu daerah dengan cepat dan murah. Semua harus segera mengubah
haluan, yakni bertransformasi menuju platform digital. Travellers sekarang terus bergerak dan makin cepat beralih ke gaya
hidup digital. Jemput perubahan dengan go digital jika ingin winning the future customers,” kata
Menpar Arief saat memberikan Kuliah Umum di depan 1.000 mahasiswa Universitas
Klabat, Sulawesi Utara Rabu, (27/03).

Dalam
paparannya, Menpar Arief Yahya menyampaikan penawaran mengenai proyeksi sektor
pariwisata yang positif sebagai penyumbang devisa, yang dulunya populer migas
dan nonmigas akan segera menjadi pariwisata dan non-pariwisata.

“Dalam
bisnis, tren lebih penting dibanding performansi, sekarang proyeksi dan
performansi pariwisata sama bagusnya” katanya.

Menpar
Arief Yahya juga mengajak mahasiswa untuk ikut menyiapkan diri karena akan
menjadi “tuan rumah” bagi wisatawan tidak hanya wisatawan nusantara tapi juga
wisatawan mancanegara.

Terlebih
gaya hidup wisatawan yang datang ke Indonesia untuk Look, Book, and Pay sudah lewat digital. “Lifestyle yang berubah menjadi alasan
pariwisata Indonesia go digital. Milenial merupakan customer utama Indonesia.
Inbound
pariwisata Indonesia 50% merupakan milenial,” ujar Menpar
Arief.

Di akhir
sesi kuliah umum, Menpar Arief memberikan hadiah kepada 4 orang mahasiswa
berupa uang tunai dan satu buah laptop. Mereka diberi hadiah lantaran memiliki
gagasan yang brillian dalam hal pengembangan pariwisata digital.

Ide-ide
mahasiswa tersebut dipaparkan dan dinilai langsung Menpar Arief Yahya. Keempat
mahasiswa itu memiliki ide dalam bentuk pembuatan film dokumenter sebagai cara
memasarkan daerahnya. Lalu ada juga yang membuat website travel online, ada pula yang membuat platform digital “trip manager” serupa aplikasi Tripadvisor, dan yang terakhir
memasarkan destinasi daerahnya melalui event-event digital dan milenial seperti
event Djakarta Warehouse Project
(DWP) atau Lalafest.

“Milenial
harus menguasai pasar, baik pasar saat ini atau pasar masa depan. Kalian harus
menguasi digital karena kuncinya the more
digital, the more global
. Milenial harus interaktif, mobile, dan harus personal,” pungkas Arief Yahya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Laba Melonjak 85%, Chitose Internasional Bagi Dividen Rp13,8 per Saham

Kinerja moncer pada 2025 membuat PT Chitose Internasional Tbk (CINT) tak ragu menggelontorkan dividen tunai Rp13,8 miliar kepada pemegang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img