Moneter.id – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan
pembangunan fasilitas pendukung pariwisata kawasan sekitar Danau Toba, Sumatera
Utara, dari unsur atraksi, aksesibilitas, dan amenitas berjalan sesuai yang
direncanakan.
Menpar Arief Yahya di Toba Samosir, Jumat (19/7/2019)
mengatakan sangat mengapresiasi pengembangan amenitas di sekitar danau vulkanik
terbesar itu.
Baca juga: Menpar Arief Optimis Danau Toba Sumbang Devisa Rp14 Triliun pada 2020
“Saya menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi di Ratas
15 Juli 2019, untuk melakukan percepatan di destinasi super prioritas, dan
salah satunya Danau Toba. Saya harus pastikan semuanya running on the
track,” kata Arief Yahya.
Kepada masyarakat Desa Sigapiton Kabupaten Toba
Samosir, Menpar Arief Yahya berjanji untuk menjadikan kampung ini sebagai Desa
Wisata. Karena itu, dia meminta kepada BOPDT untuk menjadi “bapak asuh” untuk
melatih hospitality, mengurus homestay, menjaga
kebersihan dan menata lingkungan, serta membuat dan menyajikan kuliner
berstandar pariwisata.
“Saya menugaskan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba,
untuk melakukan bimbingan teknis langsung ke masyarakat yang materinya 70
praktik dan 30% teori, bagaimana menata interior yang bagus, baik homestay maupun
restoran,” kata Menpar.
Menpar juga meminta agar segera menunjuk satu anak
muda, yang paham digital, untuk bisa menggunakan teknologi bagi reservasi
maupun pembayaran. Tenaga muda kreatif itu juga diperlukan untuk mengoperasikan
sistem pemesanan kamar dan cara pembayaran yang memudahkan traveler untuk
memesan sampai membayarnya secara digital.
Baca juga: Pelaku Usaha Pariwisata Danau Toba Diminta Manfaatkan KUR
“Itu agar nanti anak muda itu menjadi semacam Resort
Manager. Dan bapak ibu harus patuh pada manajemen,” katanya.
Tenaga muda kreatif itu bisa saja lulusan Poltekpar
Medan, atau dari mana saja, yang memahami hospitality dan
sifatnya membantu. Ia dipekerjakan oleh BOPDT, hanya untuk mengurus manajemen
amenitas di kawasan Danau Toba.
“Khusus untuk pelatihan penataan kamar, kuliner dan
penyajiannya, nanti Hotel Inna Parapat diharapkan untuk membantu menularkan
ilmunya,” kata Menpar Arief Yahya.




