Selasa, Januari 27, 2026

Menperin Lepas Kontainer Ekspor ke-3000 Produk Kesehatan Menuju Eropa

Must Read

Moneter.id – Industri farmasi nasional terus menunjukkan gairah
usaha yang sehat sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing global. Hal
ini lantaran didukung kebijakan pemerintah yang probisnis melalui penciptaan
iklim investasi yang kondusif serta adanya kemudahan perizinan dan insentif.

“Kami mengapresiasi sebesar-besarnya kepada PT. Bayer
Indonesia yang selama lebih dari 60 tahun telah berkomitmen dan berkontribusi
dalam membangun industri
produk
kesehatan nasional,” kata Menteri Perindustrian
Airlangga Hartarto pada acara Peresmian Pelepasan Kontainer Ekspor Ke-3000 dan
Penyerahan Sertifikat Pelatihan Vokasi Mekatronik dari German Indonesian
Chamber of Commerce & Industry (EKONID) untuk PT Bayer Indonesia dan Siswa
SMK
di
Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/3).

Airlangga menyampaikan, investasi yang ditanamkan PT.
Bayer Indonesia dalam bentuk fasilitas modern dengan pemanfaatan teknologi canggih,
telah memposisikan Indonesia sebagai produsen produk kesehatan yang memenuhi standar
kualitas dunia. Bayer telah menanam investasi sebesar 100 juta Euro atau Rp1,6
triliun untuk membangun dan melengkapi fasilitas modern tersebut.

“Pabrik produk kesehatan Bayer di Cimanggis merupakan
satu-satunya pabrik di wilayah ASEAN dan yang terbesar dengan nilai ekspor yang
signifikan se
Asia
Pasifik dan merupakan pusat produksi unggulan dari 12 pabrik Bayer di seluruh
dunia,” paparnya.

Seperti
diketahui,
beberapa tahun terakhir, Bayer telah mengekspor
berbagai produk kesehatan dari pabriknya yang berlokasi di Cimanggis, Depok dengan
total nilai Rp3,9 triliun.

“Kami juga mengapresiasi kepada PT Bayer yang turut
mengembangkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas kelas dunia melalui
pelatihan vokasi mekatronik dengan siswa SMK. Apalagi, program ini mengikuti
standar pelatihan vokasi Jerman dan diawasi oleh Kamar Dagang dan Industri
Jerman,” tutur Airlangga.

Presiden Direktur PT Bayer Indonesia Angel Michael
Evangelista mengemukakan, pihaknya berkomitmen untuk memproduksi produk
kesehatan berstandar internasional. “Sebagai bagian utama dari jaringan
fasilitas manufaktur global Bayer, pabrik Health Care Cimanggis kini mengekspor
80
%
produk-produknya ke-32 negara yang beberapa di antara memiliki regulasi farmasi
yang paling ketat,” ungkapnya.

PT Bayer
Indonesia juga mengoperasikan dua pabrik agrokimia yang berada di dua lokasi,
yakni Surabaya dengan 30% kapasitas produksinya diekspor ke-10 negara dan di
Tangerang dengan 35% dari total produksi diekspor ke empat negara.

“Tingginya permintaan dunia akan produk kesehatan
membutuhkan SDM yang kompeten. Bayer mendukung agenda pemerintah dalam
pengembangan SDM,” ujar Evangelista. Sebanyak 14 karyawan Bayer menerima
sertifikasi sebagai pelatih pendidikan vokasi mekatronika dari EKONID se
laku lembaga
sertifikasi resmi yang mewakili KADIN Jerman (DIHK).

Dengan demikian,
Bayer menjadi lembaga tersertifikasi untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi
mekatronika dengan standar Jerman di Indonesia. “Sebanyak 15 siswa SMK
mengikuti pelatihan mekatronika di pabrik Bayer di Cimanggis, Depok
. Pelatihan
ini berlangsung selama tiga tahun dengan komposisi 35
% teori di
sekolah dan 65
%
praktik kerja di pabrik Bayer,” imbuhnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img