Selasa, Januari 27, 2026

Menperin: Penerapan Industry 4.0 Tak Gantikan Peran Tenaga Kerja Manusia

Must Read

Moneter.co.id – Produsen otomotif nasional saat ini telah mampu
menerapkan sistem Industry 4.0 dalam proses produksinya
guna menguatkan daya saing dan berperan penting
dalam rantai nilai global.

Dengan mengadopsi Industry
4.0, pabrik dibangun dengan flexible manufacturing
system
. Jadi, bisa memproduksi berbagai macam jenis produk dengan biaya
yang lebih rendah,”
kata Menteri Perindustrian
Airlangga Hartarto pada
Peresmian
Pabrik PT. Sokonindo Automobile dan Peluncuran Produksi Pertama Glory 580 di
Serang, Banten, Selasa (28/11).

Menperin memastikan, penerapan Industry 4.0 tidak
akan menggantikan atau mengurangi peran tenaga kerja manusia, namun dapat
mendorong peningkatan kompetensi mereka untuk memahami penggunaan teknologi
terkini di industri. “Masyarakat tidak perlu cemas dengan perkembangan Industry
4.0 karena tidak akan mengurangi lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Airlangga menambahkan, penggunaan komputer dalam
sistem produksi justru akan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Selain itu,
penggunaan komputer di pabrik akan meningkatkan produktiVitas pekerja. “Dulu
kita takut jika komputerisasi akan menggantikan pekerjaan kita. Tetapi adanya
komputer malah membuat kita semakin produktif,” ujarnya.

Menurutnya, seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi
saat ini, diharapkan pula menjadi momentum untuk memaksimalkan utilisasi dari kapasitas
produksi industri kendaraan bermotor dalam negeri. Hal ini guna mewujudkan
target industri otomotif sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap
perekonomian nasional.

“Apalagi, industri otomotif Indonesia pada tahun 2020
diamanatkan untuk mencapai target produksi kendaraan bermotor sebanyak 1,5 juta
unit, penjualan 1,25 juta unit, dan ekspor 250 ribu unit,” ujarnya.

Menperin menyatakan, pemerintah tengah memprioritaskan
pengembangan industri otomotif nasional melalui berbagai langkah strategis
untuk menarik investasi baru maupun perluasan usaha. Terlebih lagi, sektor ini
telah menunjukkan kinerja yang cukup baik, di mana pertumbuhannya mencapai
5,63 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen pada triwulan III tahun
2017.

Selain itu, industri alat angkutan sebagai salah satu kontributor terbesar
pada pembentukan PDB sektor industri pengolahan nonmigas yang mencapai
10,11 persen. “Untuk itu,
kami mendorong peningkatan kapasitas produksi melalui penyediaan infrastruktur
yang memadai serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan manajemen
industri,” jelas Airlangga.


Sementara,
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE)
Harjanto menyampaikan, industri otomotif tergolong sektor padat karya, dan
telah membuka peluang bagi penyerapan tenaga kerja lokal yang cukup besar.

Pada
2016, industri otomotif di Indonesia telah mempekerjakan sebanyak 1,5 juta
orang. Jumlah ini terdistribusi pada berbagai sektor, mulai dari industri
perakitan, komponen lapis pertama sampai ketiga, hingga tingkat bengkel
resmi untuk salesservice, dan spare parts. 
“Selain
itu, rantai industri otomotif dari hulu ke hilir juga melibatkan banyak sektor
industri lain,” ungkapnya.

Tak
heran, jika industri otomotif berkembang, maka sektor industri pendukungnya
juga akan ikut berkembang.
Apalagi Indonesia
masih menjadi negara tujuan utama untuk investasi di sektor industri otomotif.

Berdasarkan
data dari ASEAN Automotive Federation, yang dipublikasikan dalam studi
automotive-cluster.org menunjukkan,
Indonesia saat ini merupakan salah satu pemain penting di industri otomotif Asia
Tenggara.

“Indonesia
adalah negara produsen otomotif terbesar kedua setelah Thailand. Tidak hanya
memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, saat ini Indonesia juga terus
digenjot untuk menjadi basis produksi global. Peluang investasi yang cerah
mendukung perwujudan sasaran tersebut,” kata Harjanto

Menperin
berharap, PT. Sokonindo
Automobile dapat
terus meningkatkan investasi, melakukan inovasi
teknologi, menambah penyerapan
tenaga kerja, dan melibatkan banyak mitra lokal dalam kegiatan industrinya. Upaya ini untuk
meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun ekspor.

“Peningkatan ini akan memberikan dampak yang
signifikan bagi pertumbuhan industri otomotif di Indonesia sekaligus memberikan
kontribusi yang cukup berarti bagi perekonomian nasional,” tuturnya.

Untuk itu, PT. Sokonindo
Automobile
diharapkan
agar
terus bersinergi dengan pemerintah dalam
rangka memperkuat basis produknya di Indonesia.

Perusahaan yang menyerap tenaga kerja dalam negeri mencapai 90 persen ini, didorong
untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kerjanya melalui pendidikan vokasi
serta link and match dengan SMK.
“Langkah ini guna menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan sesuai
dengan kebutuhan perusahaan saat ini serta pengembangan investasi di masa
depan,” imbuh Airlangga.

Menurutnya, pabrik ini dinilai siap untuk
memproduksi mobil hibrida maupun listrik yang tengah dikaji regulasinya oleh
pemerintah.”Saya kira, ini paling siap untuk memproduksi mobil
listrik,” ungkapnya.

CEO PT. Sokonindo
Automobile Alexander Barus menjelaskan, i
nvestasi awal yang ditanamkan oleh perusahaan
telah mencapai lebih dari USD150 juta pada 2014 dan akan bertambah seiring
perkembangan pabrik dan bisnisnya.

“Pabrik
baru PT Sokonindo Automobile yang berlokasi di Modern Cikande Industrial Park,
Serang, Banten ini berdiri di atas lahan seluas 20 hektare dengan mengusung
konsep
Smart Factory,” ujarnya.

Alex
menjelaskan, pabrik ini dilengkapi dengan fasilitas
robotic, mulai dari proses stamping,
welding, painting, assembly hingga
quality control.

Pabrik
ini juga ditargetkan akan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 2.000
pekerja, dan sekitar 4.0000 hingga 5.000 lapangan kerja tercipta mulai dari
pemasok komponen kendaraan hingga jaringan dealer.

Alex
menambahkan, pabrik yang telah selesai dibangun pada Mei 2017 ini akan
menyuplai produk otomotif ke pasar domestik. “Sebagai merek baru di Indonesia,
fokus kami adalah memproduksi kendaraan berkualitas dari pabrik berotomasi
tinggi ini. Kami memastikan kualitas produk yang juga berdaya saing,”
terangnya.

PT Sokonindo Automobile merupakan perusahaan
manufaktur otomotif kerja sama antara Sokon Group
(Hongkong) Company Limited dengan PT Kaisar Motorindo
Industri. Pabrik baru ini untuk memproduksi
kendaraan angkutan
penumpang jenis SUV dan kendaraan angkutan barang jenis Pick Up, dengan
menggunakan merek sendiri, Sokon.

Glory
508 merupakan produk pertama yang diproduksi di Indonesia, berjenis SUV
berkapasitas tujuh penumpang. Kendaraan tersebut sebelumnya meraih penjualan
tertinggi untuk jenis SUV 7-seater di China. Sementara itu, Sokonindo juga memproduksi
kendaraan niaga dengan model
pick-up
yang disebut SuperCab.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img