Selasa, Maret 3, 2026

Menperin Raih Gelar Doktor Honoris Causa di Korsel Karena 3 Kunci Pencapaian

Must Read

Moneter.id – Menteri Perindustrian (Menperin)
Airlangga Hartar
to
menerima penghargaan Doktor Honoris Causa bidang Development Policy (kebijakan publik) dari KDI School of Public
Policy, Korea Selatan. Sekolah tersebut berafiliasi dengan lembaga riset The
Korea Development Institute (KDI).

“Merupakan kehormatan bagi saya untuk
menerima gelar doctoral dari KDI
School, karena sekolah ini merupakan institusi pendidikan dan riset yang diakui
dunia dan telah berperan penting dalam pembangunan di Korea Selatan,” kata
Airlangga usai menerima penghargaan di Korea Selatan,
Rabu (26/6) waktu setempat.

Airlangga dinilai memiliki pengalaman
mumpuni berkecimpung di bidang pelayanan publik. Sejak terpilih menjadi
legislator pada 15 tahun lalu, putra dari
alm.
Hartarto Sastrosoenarto (Menteri Perindustrian era
Presiden Soeharto
)
ini turut
aktif berkontribusi dalam menyusun berbagai kebijakan
publik di Tanah Air.

Kebijakan yang ikut disusun Airlangga
saat duduk di kursi legislatif, dianggap sebagai reformasi yang
paling progresif di
Indonesia, beberapa di antaranya Undang-undang Pertambangan dan Mineral,
serta membantu merevisi
Undang-undang Perindustrian dan Undang-undang Perdagangan.

“Ayah saya mengajari arti dan tujuan
menjadi pelayan masyarakat. Hasratnya adalah melayani publik dan kecintaannya
terhadap Tanah Air selalu memberikan inspirasi bagi saya, dan saya juga merasa
diberkahi karena dapat melayani negara yang saya cintai. Ini semakin memberi
tujuan dalam hidup,” terangnya.

Berbekal pengalaman dan keahlian yang mumpuni di
bidangnya, pada
tahun 2016, Airlangga didaulat
untuk menah
kodai
Kementerian Perindustrian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Peran baru
tersebut dijadikan momentum olehnya untuk berkontribusi lebih besar pada Tanah
Air, khususnya pada sektor perindustrian dan pembangunan lebih lanjut.

Salah satu terobosan yang sudah
dilakukan antara lain, menjadi inisiator sekaligus motor dalam pengembangan
revolusi industri 4.0 di Indonesia. “Saya
ingin berterima kasih kepada
Bapak Presiden
Joko Widodo
. Beliau adalah pemimpin
yang telah mengerjakan
banyak hal
positif bagi negara kami
,” ujarnya.

Menurutnya, Preseiden Jokowi
adalah mentor
nya
yang
membuat dirinya mampu
mendedikasikan
untuk
tujuan pembangunan Indonesia.
Beliau
juga memberikan dukungan penuh untuk peluncuran
peta jalan Making Indonesia 4.0 pada April
2018
lalu, yang menjadi salah satu kerangka
pembangunan masa depan Indonesia,” ungkapnya.

Airlangga pun menuturkan, revolusi industri 4.0 yang membawa industri pada
digitalisasi
, diyakini
menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Dengan meningkatnya populasi anak muda, termasuk generasi
milenial
dan generasi Z, ekonomi Indonesia memperoleh bonus demografi yang akan
mendorong ekonomi semakin maju, termasuk di bidang ekonomi digital.

Aspirasi
besar dari Making Indonesia 4.0 sendiri menjadikan Indonesia masuk ke dalam 10
perekonomian utama di dunia pada tahun 2030
,”
ucapnya.

Sementara, Dean
of KDI School of Public Policy You Jong
II
menyampaikan, ada tiga kunci pencapaian yang
menjadikan Menperin
layak dianugerahi gelar Honorary PhD. Pertama, pada September 2018,
ketika mendampingi
kunjungan Presiden RI, Airlangga berpartisipasi dalam Kerja Sama Industri Korea
Selatan-Indonesia.

“Sebagai kelanjutannya, 15 MoU
ditandatangani oleh perusahaan publik
maupun privat di berbagai sektor,
termasuk manufaktur, migas, engineering, lingkungan,
hydropower,
dan lainnya,” ujar You.

Poin kedua, menurutnya, adanya
jalinan kerja sama yang penting antara Kemenperin dengan NRC, yang dapat
mendukung inovasi industri dan menyiapkan menuju revolusi industri 4.0. Melalui
MoU kedua belah pihak ini, kedua negara berkolaborasi di lima sektor strategis,
yaitu industri tekstil dan pakaian, makanan dan minuman, elektronika, otmotif,
dan kimia.

“Selain itu, berpartisipasi
dalam banyak Korea Indonesia Business Forum, untuk meningkatkan investasi Korea
di Indonesia, di sektor infrastruktur, energi, dan manufaktur, sehingga Korea
menjadi investor terbesar kelima di Indonesia dalam lima tahun terakhir, yang
menciptakan satu juta lapangan kerja di Indonesia,” paparnya.

Poin ketiga adalah menciptakan
peluang kerja sama perdagangan bagi wirausaha Korea di sektor industri makanan,
fesyen, dan kosmetik, yang menunjukkan peningkatan popularitas hallyu wave di Indonesia.

Informasi saja, KDI
School of Public Policy yang berbasis di Kota Sejong, Korea Selatan
saat ini
berada di 20 besar peringkat bagi lembaga riset terbaik dunia
serta tercatat sebagai lembaga riset terbaik di kategori “Top International
Development Policy Think Tanks”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Buka Program Mudik Gratis 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya

PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program Mudik Bareng Pertamina 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img