Minggu, Januari 25, 2026

Menuju Birokrasi Kelas Dunia, CPNS Ikuti Presidential Lecture

Must Read

Moneter.co.id – Dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta membuka
perspektif Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar memahami tantangan tugas di
era industri 4.0, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (PANRB) bersama lintas Kementerian/Lembaga menyelenggarakan acara
Presidential Lecture bagi CPNS.

Selain diisi oleh pembekalan dari Presiden Joko Widodo, acara yang
bertajuk ‘Bersatu Dalam Harmoni : Menuju Birokrasi Berkelas Dunia Tahun 2024’
tersebut juga diperkaya oleh sesi inspiring
lecture
dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, CEO Gojek Nadiem
Makarim, dan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latief.

“Pembekalan langsung dari Bapak Presiden sangat berarti bagi para
CPNS. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak birokrasi dan tulang punggung
bangsa menuju terwujudnya birokrasi berkelas dunia tahun 2024,” kata
Menteri PANRB Asman Abnur saat menyampaikan laporan kepada Presiden pada acara
Presidential Lecture bagi CPNS hasil seleksi CPNS  tahun 2017 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa
(27/03).

Dilaporkan Asman, formasi CPNS yang dibuka pada tahun 2017 sejumlah
37.138 di 62 kementerian/lembaga dan 1 provinsi dengan total pelamar mencapai
2,4 juta lebih. Artinya seluruh CPNS yang lolos seleksi ini adalah putra/putri
bangsa terbaik dari yang terbaik.

“Dari jumlah formasi tersebut, 34.167 adalah formasi umum, 2.310
formasi lulusan cumlaude, 168 formasi penyandang disabilitas, serta 493 formasi
putra/putri Papua dan Papua Barat yang akan ditempatkan di lintas
kementerian/lembaga,” ucapnya.

Disampaikan, rekrutmen CPNS merupakan salah satu fokus pemerintah untuk
memperbaiki kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Saat ini Indonesia dan dunia
sedang menghadapi perubahan yang cepat di era industri 4.0 yang dicirikan
dengan dominannya peran mesin dan otomatisasi.

“Karena itu, kita harus mempersiapkan modal SDM Aparatur yang
berintegritas dan profesional, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing,
memiliki jiwa hospitality dan entrepreneurship, serta daya networking, untuk
menghadapi tantangan dan mengantisipasi perubahan tersebut. Itulah SMART
ASN,” imbuhnya.

Dijelaskan juga, jumlah ASN saat ini mencapai 4,3 juta lebih, dengan
komposisi terbanyak selain guru dan tenaga kesehatan, adalah jabatan pelaksana
yang bersifat administratif, yaitu sebesar 1,6 juta atau sekitar 26 %.
Komposisi ASN yang didominasi oleh jabatan administrasi umum cukup berat,
karena tantangan era industri 4.0 menghendaki adanya spesialisasi keahlian.

“Untuk itu, rekrutmen ASN tahun 2017 dan ke depan kami fokuskan
pada jabatan-jabatan spesifik sesuai dengan core
business
instansi guna membidik berbagai sasaran Nawacita, serta
meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional,” kata Asman.

Lebih lanjut Asman mengungkapkan bahwa, fokus perbaikan manajemen ASN
untuk menyongsong era industri 4.0 harus komprehensif, mulai dari perencanaan,
rekrutmen dan orientasi, pengembangan kapasitas, penilaian kinerja dan reward, promosi dan rotasi, sampai dengan
purnabhakti.

Terkait pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2017 yang sepenuhnya menggunakan
sistem CAT, dijelaskan bahwa hal tersebut merupakan jawaban kongkrit atas
tantangan era industri 4.0. Sistem ini menjamin pelaksanaan seleksi CPNS
berlangsung bersih, transparan, objektif dan bebas dari KKN. Hasilnya pun dapat
dilihat secara realtime. Kelulusan peserta sangat ditentukan oleh kesiapan dan
kemampuan para peserta, bukan karena titipan atau praktek tidak terpuji
lainnya.

Disampaikan juga bahwa, dalam hal peningkatan kapasitas ASN tersebut,
Kementerian PANRB bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) saat ini tengah
melakukan penyempurnaan sistem Pendidikan dan Pelatihan (Diklat).

“Kami sedang mendorong transformasi diklat konvensional menjadi
diklat berbasis Human Capital Management melalui pengembangan ASN Corporate
University. Skema diklat terobosan ini memfungsikan seluruh instansi pemerintah
sebagai lembaga pembelajaran dengan mengkombinasikan berbagai sistem pelatihan
yang progresif edukatif, seperti e-learning,
coacing, mentoring dan on the job
training
(OJT),” imbuh Asman.

Pada kesempatan tersebut, sebagai media untuk menegaskan tema ‘Bersatu
Dalam Harmoni’, digelar pula permainan angklung kolosal yang melibatkan seluruh
peserta. Kegiatan tersebut didokumentasikan di Museum Rekor Indonesia (MURI)
sebagai Penciptaan Rekor Dunia Memainkan Musik Angklung ASN Terbanyak Dengan
Jumlah Peserta 5.000 ASN.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img