Moneter.id – Moka, startup penyedia layanan Point of Sale meluncurkan kegiatan berbasis edukasi teknologi digital untuk UKM bertajuk A Cup of Moka (ACOM) di Jakarta, Selasa (22/1).
Kegiatan ini difokuskan pada penyelenggaraan lokakarya tatap muka berisi edukasi bisnis untuk komunitas dan UKM di berbagai kota di Indonesia.
“Melalui ACOM, Moka menginisiasi sebuah wadah yang mempertemukan para pelaku UKM dengan para ahli di bidang yang berkaitan dengan pengembangan UKM untuk dapat meningkatkan daya saing dan kreativitas, serta memiliki tingkat kompetisi yang setara dengan bisnis besar lainnya,” kata VP Brand & Marketing Moka, Bayu Ramadhan di Jakarta, Selasa (22/1).
Bayu mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Indonesia dalam Revolusi Industri 4.0 untuk memajukan UKM Indonesia agar bisa bersaing dan mampu berinovasi dengan teknologi.
Salah satu cara utama untuk mencapai visi tersebut adalah melalui pemberdayaan UKMGo-Online yang patut didukung dengan upaya UKM agar melek digital.
Di Indonesia sendiri, lanjut Bayu, jumah UKM yang melek digital masih berada di bawah angka 20% dari total UKM. Padahal, pemanfaatan teknologi dapat mendorong produktivitas UKM untuk tumbuh dan berkembang di mana salah satu solusi yang dapat dijalani adalah dengan memberi pelatihan UKM di sektor digital.
“Moka selaku startup asal Indonesia ingin turut berkontribusi dalam membantu pemerintah untuk memaksimalkan upaya tersebut dengan memfasilitasi para pelaku UKM dalam mendalami pengetahuan yang berguna bagi kegiatan bisnisnya agar dapat naik kelas dan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital,” paparnya.
Inisiasi A Cup of Moka (ACOM) bertujuan untuk memberikan dua manfaat utama bagi pelaku UKM. Pertama, melalui konten edukatif berisi materi data-driven yang terbagi menjadi dua topik utama, yaitu business practice dan business inspiration di mana A Cup of Moka (ACOM) memadukan antara ilmu praktikal dan inspirasi bisnis dalam mengembangkan usaha.
Mulai dari ilmu pemasaran UKM, manajemen keuangan, manajemen operasional, penggunaan sosial media untuk UKM, hingga berbagi ilmu dalam fotografi untuk bisnis. Kedua, yaitu wadah kolaborasi di mana A Cup of Moka (ACOM) dapat menjadi medium bagi komunitas dan UKM yang ingin berkolaborasi langsung dengan program-program yang diadakan oleh A Cup of Moka (ACOM).
Misalnya, untuk mempromosikan komunitas, networking, atau berpartisipasi dalam acara-acara komunitas UKM yang memiliki pesertanya sendiri. Sebelum peresmian ini, A Cup of Moka (ACOM) telah menjalankan piloting program di 5 kota yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, serta Bandung dan berhasil memberikan manfaat kepada lebih dari 200 pelaku UKM serta menggandeng puluhan mitra dari industri yang berbeda.
Tentunya, ACOM terbuka untuk diikuti oleh bisnis dari industri dan entitas apapun selama tema yang dihadirkan relevan dan menarik bagi bisnis yang mereka geluti.
Bayu menjelaskan bahwa Moka kini sedang membangun Moka Learning Hub yang ditujukan sebagai pusat berbagi ilmu dan inspirasi seputar bisnis melalui dua medium, baik offline maupun online. Untuk memaksimalkan inisiatif A Cup of Moka (ACOM) yang bersifat online, publik dapat mengakses Moka Blog dan konten edukasi berupa e-book seputar tren bisnis dengan tema berbeda-beda setiap bulannya, yang dapat diunduh secara gratis secaraonline dari manapun dan kapanpun.
“Sebagai startup yang memberikan solusi kemudahan operasional bagi bisnis, kami di Moka sangat mengharapkan agar para pelaku UKM dapat berkembang dan semakin maju melalui A Cup of Moka,” bebernya.
Menurutnya, berdasarkan riset yang ditemukan oleh tim data di Moka, diketahui bahwa salah satu hal yang pelaku UKM harapkan dari startup di Indonesia adalah media untuk belajar mengenai bisnis yang dijalani.
Moka menargetkan sepanjang tahun 2019 akan mengadakan gelaran A Cup of Moka (ACOM) paling sedikit mencapai 37 kali, dan memfasilitasi lebih dari 2.000 pelaku UKM serta mencakup kota-kota di luar pulau Jawa.
“Kedepannya, A Cup of Moka (ACOM) juga terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintahan, penyelenggara swasta, akademis, LSM, dan lainnya,” ucap Bayu.
Ia menjelaskan, bangkitnya startup teknologi di Indonesia tidak terlepas dari kontribusi dan kepercayaan para pelaku UKM. “Untuk itu, saat inilah kita bisa hadir membantu mereka dalam mengembangkan bisnisnya menjadi semakin cerdas dan berkualitas,” tutup Bayu.




