Rabu, Januari 14, 2026

Musim Kemarau Melanda, Kementan Sukses Jaga Stok Beras Hingga 2,027 Juta Ton

Must Read

Moneter.id – Situasi cuaca yang kemarau diberbagai
wilayah, menjadi ancaman tersendiri dari tahun ke tahun bagi sektor pertanian di
Tanah Air, khususnya beras. Saat ini, ketersedian cadangan beras menjadi hal
yang krusial.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan Perum Bulog,  9
Agustus 2018 dengan nomor B-1034/11/DO303/08/2018, diketahui hingga Juli 2018
stok beras Bulog berada di angka 1,86 juta ton.

“Stok beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) per
akhir Juli 2018 sebesar 1.861.404 ton yang terdiri dari pengadaan dalam negeri
sebanyak 1.331.881 ton dan eks impor 529.523 ton. Dengan stok yang dikuasai
tersebut Perum Bulog siap untuk melaksanakan penugasan yang diamanahkan
pemerintah,” sebagaimana dikutip dalam isi surat tersebut.

Sekedar
informasi, stok cadangan beras nasional dinyatakan aman adalah 1 – 1,5 juta
ton. Surat itu langsung ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian RI dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Untuk
di sektor hulu sendiri, sejak pemerintahan Jokowi – JK, Kementerian Pertanian
(Kementan) telah melakukan berbagai upaya yang mampu mendongkrak produksi gabah
terutama pada musim kemarau.

Konsep “tiada hari tanpa tanam, tiada hari tanpa panen”
yang di jalankan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menjaga
ketersedian beras yang berkesinambungan setiap bulannya berdampak pada berbagai
kebijakan yang mendukung hal tersebut.

Pendistribusian
alat mesin pertanian (alsintan), pompa air yang masif serta pemanfaatan lahan
rawa yang sebelumnya tidak pernah dilirik sebagai lahan produktif menjadi
berbagai kebijakan yang diharapkan mampu mendongkrak produksi beras nasional.

Di
musim kemarau sendiri, Kementan telah melakukan berbagai upaya untuk
meminimalisir kondisi puso pada areal persawahan. Dibandingkan periode Juli
2017, tercatat kondisi puso di Juli 2018 menurun drastis tepatnya dari 2.074 ha
di Juli 2017 menjadi 1.725 ha di Juli 2018.

Di samping itu, kondisi pertumbuhan Luas Tambah Tanam
cukup menjajikan. Tercatat data yang dihimpun oleh Kementan, Luas area tanam
pada periode Januari hingga April tahun 2017 ke tahun 2018 meningkat, tepatnya
5,4 juta ha ke hampir 5,9 juta ha.

Kementan
juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak terkait serapan gabah di tingkat
petani terutama dengan TNI AD dan BULOG. Untuk mengetahui jumlah cadangan beras
pemerintah yang dimiliki Bulog, Badan Ketahanan Pangan Kementan bersama Perum
Bulog terjun langsung ke lapangan mengumpulkan cadangan beras pemerintah
langsung dari petani.

Hasilnya
cukup mengejutkan, terhitung Selasa (21/8) pukul 10.00 WIB, diketahui jumlah
cadangan beras pemerintah meningkat hingga 2,027 juta ton atau meningkat
sebanyak 166.418 ton dari bulan Juli 2018.

“Iya
jumlahnya naik hanya dalam waktu satu bulan dari bulan Juli hingga Agustus
2018,” ujar Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi.

Cadangan
beras pemerintah juga ada di tingkat penggilingan. Tercatat hingga 21 Agustus
2018 terdapat 1,230 juta ton beras masih tersimpan di gudang – gudang
penggilingan padi baik besar, sedang atau kecil yang tersebar di seluruh
Indonesia. Untuk Jakarta sendiri jumlah stok beras di Pasar Induk Beras
Cipinang (PIBC) diketahui mencapai 44 ribu ton.

Melihat
kondisi tersebut di atas, Kementan yakin mampu memenuhi kebutuhan beras
nasional melalui produksi dalam negeri.

Yang terbaru, Kementan tengah memanfaatkan lahan rawa
diperuntukan pada pertanaman padi. Estimasi lahan rawa yang akan dioptimalkan
sekitar satu juta hektar yang tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img