Moneter.co.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp6.41 triliun di semester I/2017. Pencapaian ini tumbuh sebesar 46,7% dibanding laba pada posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp4.37 triliun.
Investor Relationship BNI, Shinta Kristanti mengatakan, pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 10,7% dan Pendapatan NonBunga sebesar 17.9%.
“Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang diperoleh BNI hingga paruh pertama tahun 2017 mencatat kenaikan dari Rp 13.91 triliun di Juni tahun 2016 menjadi Rp15.40 triliun atau naik 10.7% sehingga menyebabkan BNI mampu menjaga margin bunga bersih atau NIM di level 5.6%,” katanya, Rabu (2/8)
Sementara, pendapatan Non Bunga juga mengalami kenaikan sebesar 17.9% dari Rp3,95 triliun pada semester 1 tahun 2016 menjadi Rp4.65 triliun pada akhir semester I/2017. Hal ini, didukung oleh kenaikan fee yang diperoleh dari transaksi trade finance, pengelolaan rekening dan debit card, serta fee yang diperoleh dari bisnis bancassurance.
“Perseroan mampu mencatat pertumbuhan laba bersih konsolidasian sebesar Rp6,41 triliun atau tumbuh 46,7% sedangkan sektor perbankan Indonesia hanya mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 17,2% per Mei 2017 year on year (yoy),” ujarnya.
Kondisi tersebut terpacu oleh pertumbuhan jumlah Agen46 yang beroperasi dari sebanyak 10.715 Agen46 per akhir semester I tahun 2016 menjadi 54.543 Agen46 pada akhir semester I tahun 2017.
Menurutnya, pembukaan rekening juga terjadi pada nasabah nasabah baru dari kalangan perusahaan. Jumlah rekening perusahaan yang dibuka di BNI meningkat sebanyak 63.038 rekening yaitu dari 415.632 rekening pada Juni tahun 2016 menjadi 478.670 rekening pada Juni tahun 2017 atau tumbuh 15,2%.
“Dengan kata lain, setiap bulan rata rata telah dibuka sebanyak 5.253 rekening dana perusahaan,” tutup Shinta. (Hap)




