MONETER – PT Gunung Raja
Paksi Tbk (GGRP) di semester pertama tercatat penjualan sebesar Rp456,7 miliar
atau naik 53,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp297
miliar.
“Emiten produsen baja ini menjual dua jenis baja, yakni baja
lembaran dan turunannya sebesar Rp313,2 miliar dan baja batangan dan turunannya
sebesar Rp143,5 miliar”. Tulis keterangan resmi perseroan di Jakarta, Kamis
(8/9/2022).
Naiknya penjualan perseroan ini juga diikuti oleh meningkatnya
beban pokok penjualan sebesar 60,32% menjadi Rp411,3 miliar, dari Rp256,6
miliar. Meski beban meningkat, GGRP tercatat masih mampu mencetak peningkatan
laba bruto 12,28% dari Rp40,4 miliar di semester I/2021, menjadi Rp45,4 miliar
di semester I/2022.
Kemudian laba periode berjalan GGRP juga meningkat 22,82%
menjadi Rp27,7 miliar di semester I/2022, dibandingkan periode yang sama tahun
lalu sebesar Rp22,6 miliar.
Tahun ini, perseroan menargetkan peningkatan penjualan sebesar
50%-70%. Sehingga apabila diproyeksikan GGRP menargetkan pendapatan tahun penuh
2022 sebesar US$ 1 miliar – US$ 1,2 miliar. Target ini dipasang dengan
menimbang sejumlah sentimen positif di industri baja, salah satunya yakni
berasal dari menggeliatnya sektor konstruksi dan property yang bisa menjadi
pendorong penjualan. “Termasuk proyek Ibu Kota Negara (IKN) ini juga menarik
untuk suplai bajanya,” jelas Corporate
Affairs Director Gunung Raja Paksi, Fedaus.
Fokus utama GGRP tahun ini salah satunya yakni menggenjot
penjualan di pasar ekspor. GGRP menargetkan kontribusi penjualan ekspor secara
kuantitas volume mencapai 25% di 2022. Volume ini meningkat dari realisasi
penjualan ekspor di sebelumnya sebesar 5,7%.
“Moncernya kinerja GGRP
merupakan buah keberhasilan GGRP untuk terus mengefisienkan biaya produksi. Di
sisi lain, hasil ini juga berkat positioning produk
baja GGRP yang kuat di mata pelanggan, dimana hal ini membuktikan kualitas
produk baja milik GGRP”, kata Fedaus.
Secara rinci, pendapatan GGRP didominasi oleh penjualan baja
lembaran dan turunannya senilai US$ 532,04 juta, disusul penjualan baja
batangan dan turunannya senilai US$ 189,76 juta. Terdapat penjualan kepada
pelanggan-pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih, yakni
kepada PT Harapan Jaya Tunggal dengan persentase 67,74%, dan PT Agung Daya
Persada dengan persentase 10,30% dari total penjualan.




