Minggu, Maret 1, 2026

Nestle Indonesia Tambah Investasi Senilai Rp1,4 Triliun

Must Read

Moneter.id – PT Nestlé Indonesia melakukan
ekspansi perluasan 
tiga pabrik yang berlokasi di
Karawang, Pasuruan, dan Bandar Lampung. Total nilai investasi yang digelontokan
mencapai USD100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.

Di pabrik Karawang, PT Nestlé
Indonesia memproduksi minuman cair (Milo), kemudian di pabrik Pasuruan untuk
produk susu cair (Bear Brand), dan di pabrik Bandar Lampung memproduksi bumbu
masak (Maggi). Peningkatan investasi ini menambah total k
apasitas produksi PT Nestlé Indonesia, dari 620.000
ton per tahun menjadi 775.000 ton per tahun atau naik 25%.

“Kami mengapresiasi terhadap
upaya yang telah dilakukan PT Nestlé Indonesia dalam mendukung perkembangan
industri makanan dan minuman 
(mamin) di
Tanah Air, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Peletakan Batu Pertama Perluasan
Pabrik PT Nestlé Indonesia di Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/7).

Airlangga menjelaskan, hal tersebut menunjukkan pula bahwa optimisme dan
kepercayaan dari para investor terhadap peluang di Indonesia masih sangat
besar. Apalagi didukung dengan iklim usaha yang kondusif.

Kementerian
Perindustrian 
(Kemenperin) mencatat, pada triwulan I/2019, pertumbuhan industri mamin mencapai 6,77% atau di atas pertumbuhan ekonomi
yang menyentuh di angka 5,07%. Selain itu, industri makanan dan minuman
berkontribusi sebesar 35,58% terhadap PDB industri nonmigas.

Selanjutnya, industri mamin memberikan sumbangsih signfikan terhadap
peningkatan nilai investasi sebesar USD383 juta (PMA) dan Rp8,9 triliun (PMDN)
pada paruh pertama tahun ini. Total penyerapan tenaga kerja industri makanan
dan minuman mencapai 1,2 juta orang.  

Menperin menyampaikan, pihaknya terus mendorong
peningkatan konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia, yang masih sekitar
16,9 kg per kapita per tahun. “Potensi pertumbuhan industri pengolahan susu di
Indonesia masih sangat tinggi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurutnya, perluasan dan peningkatan
produksi PT Nestlé Indonesia merupakan langkah yang tepat dalam memenuhi
kebutuhan produk olahan susu maupun bumbu masak instan bagi masyarakat
Indonesia.

Apalagi,
kami mengetahui dalam pemenuhan bahan baku, PT Nestlé Indonesia telah melakukan
kemitraan selama lebih dari 40 tahun dengan kurang lebih sebanyak 50.000
peternak sapi perah, petani kopi, kakao, dan beras dengan melakukan berbagai
upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas bahan baku. Pemerintah
mengapresiasi business model ini dan akan menggunakan model
Nestle untuk pengembangan peternak di Indonesia,” tuturnya

 Menperin
berharap agar upaya kemitraan tersebut, terutama untuk kemitraan dengan
peternak sapi perah dapat terus ditingkatkan sehingga impor bahan baku untuk
industri pengolahan susu dapat semakin menurun.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img