MONETER
– PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) mencatat pendapatan neto sebesar Rp5,05 triliun di
semester I/2022. Pendapatan diperoleh dari agregator produk digital sebesar
Rp4,82 triliun, penjualan grosir digital Rp130,6 miliar, serta iklan berbasis cloud sebesar Rp79,8 miliar. Begitu juga
dengan produk dan layanan energi bersih sebesar Rp23,2 miliar, dan pendapatan
dari konten dan hiburan sebesar Rp1,39 miliar.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan penjualan hingga
22,74% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp4,12 triliun.
Beban pokok pendapatan perseroan tercatat meningkat
dari Rp4,06 triliun, menjadi Rp4,9 triliun di semester I/2022, atau naik
22,79%. Meski beban pokok penjualan naik, NFCX mencatatkan laba kotor sebesar
23,98% menjadi Rp64,8 miliar, dari Rp52,3 miliar secara tahunan.
“Laba bersih perseroan tercatat turun 68,42%,
dibanding semester I/2021 yang sebesar Rp97,4 miliar, menjadi Rp30,8 miliar di
semester I/2022,” tulis perseroan diketerangan resminya, Kamis (25/8/2022).
Perseroan menjelaskan, turunnya laba bersih NFCX ini
disebabkan oleh laba investasi lainnya yang turun menjadi Rp24,6 miliar di
semester I/2022, dari Rp160,2 miliar di semester I/2021.
Hingga semester I/2022, NFCX mencatatkan total aset
senilai Rp1,93 triliun, dari Rp1,92 triliun di akhir 2021. Total liabilitas
perseroan tercatat sebesar Rp537 miliar hingga akhir Juni 2022, turun
dibandingkan Rp539,4 miliar di akhir Desember 2021.
Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi
Rp1,39 triliun di enam bulan pertama 2022, dibanding Rp1,38 triliun di akhir
Desember 2021. Tahun ini, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan Rp11
triliun dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp8,9 triliun.
Diketahui, perseroan menargetkan pendapatan sekitar
Rp11 triliun pada 2022, atau tumbuh 24% dibandingkan tahun lalu. Untuk
mendukung pertumbuhan ini, NFCX menyiapkan anggaran belanja modal sekitar Rp200
miliar. Dana belanja modal ini rencananya akan berasal dari kas perusahaan. Selain itu, NFCX juga telah melakukan realisasi
belanja modal sekitar sepertiga dari total Rp200 miliar hingga akhir kuartal
I/2022.




