Moneter.co.id – Produk
pertanian organik asal Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi lebih
dari USD 3,3 juta dalam pameran National Restaurant Association (NRA) di
Chicago, Amerika Serikat (AS) pada 19–22 Mei 2018.
“Total
potensi transaksi yang dihasilkan selama pameran mencapai lebih dari USD 3,3
juta, berasal dari 30 potensi transaksi lebih. Paviliun Indonesia juga
dikunjungi lebih dari 100 buyer potensial, terdiri atas berbagai perusahaan
besar di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka),” kata Kepala Indonesian
Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, Billy Anugrah disiaran pers yang
diterima MONETER.co.id, Jumat(1/05).
Billy
mengatakan, produk-produk Indonesia yang paling diminati oleh buyer AS adalah
gula kelapa dan krim kelapa. Beberapa pembeli juga sudah menjadwalkan
penandatanganan kontrak pembelian gula kelapa setelah pameran ini. Salah
satunya perusahaan importir AS, Elong Ling Savor Imports, dengan nilai kontrak
lebih dari USD 1 juta. Nilai kontrak ini turut berkontribusi terhadap nilai
potensi transaksi produk Indonesia dalam pameran.
Tahun ini
adalah keikutsertaan Indonesia untuk ke-3 kalinya dalam pameran NRA. Kali ini,
Paviliun Indonesia mengangkat tema besar ‘Indonesia, Home of Healthy and
Organic Products’.
Kantor ITPC
Chicago dan Konsulat Jenderal RI Chicago bekerja sama dengan tiga perusahaan
eksportir dari Indonesia yaitu Takari, Harendong Tea Estate, dan PT. Mega
Inovasi Organik (PT. MIO) untuk menampilkan produk organik unggulan asal
Indonesia.
Takari
mempromosikan produk-produk kelapa dari Kara seperti air kelapa, santan, krim
kelapa, dan gula kelapa. Produk-produk kelapa dengan merek Kara sudah berhasil
menembus beberapa pasar ritel di AS.
Tren
penjualan untuk produk Kara menunjukkan grafik yang cukup positif, dengan
produk utama yang paling diminati adalah krim kelapa. Produk gula kelapa Kara
juga termasuk salah satu produk yang sangat diminati dalam pameran kali ini.
“Tren gaya
hidup sehat sudah sangat menjamur di AS saat ini, sehingga produk gula kelapa
menjadi salah satu produk substitusi yang lebih sehat untuk menggantikan
konsumsi gula biasa,” ungkap Billy.
Di sisi lain,
PT. MIO berhasil memikat para pengunjung, terutama pelaku usaha restoran dan
para koki, dengan beragam produk pertanian organiknya. Perusahaan ini
menampilkan beras organik seperti beras merah dan beras hitam, serta
rempah-rempah organik yang unik seperti cubeb pepper, szechuan pepper, long
pepper, vanili, dan andaliman.
Bahkan,
produk andaliman mencatatkan banyak potensi ekspor ke AS. Para pengunjung
menunjukkan apresiasi dan animo yang tinggi terhadap jenis rempah yang satu ini
karena keunikan rasanya.
Menurut
Billy, produk rempah organik dari Indonesia akan menjadi salah satu fokus
pemasaran dari ITPC Chicago. Hal ini juga untuk mendukung program pertanian
yang ingin menduniakan kembali branding rempah-rempah Indonesia.
Selain itu,
perusahaan produsen teh Indonesia Harendong Organic Tea Estate juga berhasil
menarik perhatian pengunjung dengan menampilkan produk-produk teh organik
kualitas tinggi dari jenis teh hitam, teh hijau, dan teh oolong. Harendong
pernah menjuarai kompetisi teh internasional GlobalTea Championship 2018 dan
saat ini memiliki perkebunan teh organik di Lebak, Banten.
NRA 2018
adalah pameran terbesar untuk industri horeka di AS. Lebih dari 45.000 pelaku
usaha utama dari sektor tersebut di wilayah Amerika Utara hadir dalam pameran
ini.
“Partisipasi
Indonesia dalam Pameran NRA kali ini, serta fokus produk yang kami angkat,
sangat penting sebagai salah satu upaya membuka akses pasar produk ekspor jenis
baru dari Indonesia, yaitu produk pertanian organik,” kata Billy.
Data
Departemen Pertanian AS menunjukkan pangsa pasar produk organik merupakan pasar
yang sangat besar dengan market captive lebih dari USD 48 miliar pada 2017.
Tren konsumsi produk organik sangat positif selama lima tahun terakhir, dengan
rata-rata kenaikan 5,1% setiap tahunnya.
Menurut
Billy, hal tersebut menandai adanya sebuah pasar baru yang sangat potensial
untuk diisi oleh produk-produk dari Indonesia. Untuk tahun 2025, perkiraan
market captive produk organik di AS dapat mencapai USD 320 miliar.
Produk
organik telah mendapatkan akses yang sangat luas di pasar ritel AS. Saat ini,
produk organik telah tersedia di lebih dari 20 ribu natural food stores (toko
yang khusus menjual produk organik). Sebanyak tiga dari empat supermarket
konvensional di AS juga telah menjual produk organik.
(TOP)




