Moneter.co.id – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot
Nurmantyo meminta masyarakat Indonesia tidak meragukan kesetiaan TNI kepada NKRI.
Gatot mengatakan, TNI menjunjung tinggi sumpah
prajurit dan setia kepada NKRI yang berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 dan
Pancasila.
“Pada saat yang sama saya menegaskan pula
bahwa politik TNI adalah politik negara. Politik yang diabdikan bagi tegak
kokohnya negara kesatuan Republik Indonesia, yang di dalamnya terangkum
ketaatan pada hukum, sikap yang selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas
kepentingan manapun,” kata Gatot, Kamis (05/10)
Baca juga: Di Depan Gatot Nurmantyo, Jokowi: Saya Panglima Tertinggi
“Serta taat pada
atasan yaitu presiden RI yang dipilih secara sah sesuai dengan konstitusi.
Sekali lagi, jangan ragukan TNI kesetiaannya.”
Sebelumnya, Presiden
Joko Widodo mengingatkan TNI agar menempatkan kesetiaan dan loyalitasnya hanya
kepada rakyat dan pemerintahan yang sah.
“Politik dan loyalitas itu berarti kesetiaan menjaga kepentingan rakyat,
kesetiaan menjaga keutuhan dan kesatuan wilayah NKRI, kesetiaan pada pemerintah
yang sah,” kata Jokowi.
Jokowi berpesan agar TNI harus berdiri di atas semua golongan
dan tidak terkotak-kotak pada kepentingan politik yang sempit. “Dan tidak
masuk kancah politik praktis,” ujarnya.
Selain itu, Jokowi meminta semua eleman
mewaswpadai rongrongan terhadap keamanan negara yang datang dari dalam dan luar
negeri.
Selama ini, kata Jokowi, komitmen TNI para
prajurit untuk taat kepada hukum dan menjalankan segala kewajiban sebagai
tentara merupakan pondasi yang membuat Indonesia kokoh berdiri menghadapi jaman
hingga saat ini.
Jokowi pun mengungkapkan kekagumannya pada Sumpah Prajurit yang
diucapkan oleh para anggota TNI, terutama sumpah untuk setia kepada NKRI yang
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
“Ini adalah sumpah yang membanggakan. Betapa
besar komitmen dan dedikasi TNI untuk negara yang membawa kemuliaan negara.
Kemuliaan bangsa Indonesia,” ujar Jokowi.
(HAP)




