Rabu, September 30, 2026

Paradise Indonesia Jaga Recurring Income 70–75% hingga Akhir 2026

Must Read

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia membidik penguatan pendapatan berulang pada semester II 2026 seiring bertambahnya aset komersial dan penguatan bisnis hospitality. Perseroan menargetkan kontribusi pendapatan berulang tetap berada di kisaran 70%–75% hingga akhir tahun.

Target tersebut menjadi bagian dari strategi INPP untuk menjaga kualitas pendapatan di tengah ekspansi portofolio. Pada semester I 2026, pendapatan berulang telah menyumbang lebih dari 70% terhadap total pendapatan perseroan, sementara segmen komersial menjadi kontributor utama.

INPP mencatat pendapatan di atas Rp800 miliar pada semester I 2026. Memasuki paruh kedua tahun ini, perseroan berharap tambahan kontribusi dari aset baru dan optimalisasi properti yang telah beroperasi dapat mendorong peningkatan pendapatan.

Salah satu aset yang mulai diperhitungkan dalam strategi tersebut adalah 23 Semarang Shopping Center yang telah diresmikan pada kuartal II 2026. Kehadiran pusat perbelanjaan ini memperluas portofolio komersial Paradise Indonesia yang sebelumnya mencakup 23 Paskal Shopping Center, Park 23, dan Beachwalk Bali.

“Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah pengembangan portofolio menjadi kontribusi kinerja yang semakin nyata. 23 Semarang menambah destinasi komersial dalam jaringan kami, sementara aset yang telah beroperasi terus kami tingkatkan melalui pengelolaan tenant, pengalaman pengunjung, dan pembaruan properti hospitality,” ujar Surina, Wakil Presiden Direktur dan CFO Paradise Indonesia.

Menurutnya, optimalisasi aset tidak hanya dilakukan melalui ekspansi, tetapi juga dengan meningkatkan pengalaman pengunjung, pengelolaan tenant, serta melakukan pembaruan pada properti hospitality. Strategi tersebut diarahkan agar aset yang sudah beroperasi tetap relevan sekaligus mampu menghasilkan nilai secara berkelanjutan.

Di bisnis hospitality, Bali masih menjadi wilayah penting bagi kontribusi pendapatan segmen tersebut. INPP melakukan peningkatan dan renovasi pada sejumlah properti hospitality prioritas guna mempertahankan daya tarik aset dan memperkuat kinerja operasional.

Perseroan juga memperkuat pengelolaan portofolio hospitality melalui kemitraan jangka panjang dengan The Ascott Limited. Perjanjian baru berdurasi 30 tahun tersebut mencakup pengelolaan tujuh properti dengan total lebih dari 800 kamar.

“Bersama mitra operator jangka panjang seperti Ascott, kami ingin memastikan setiap aset tetap relevan dan mampu menciptakan nilai secara berkelanjutan,” kata Surina.

Kerja sama tersebut mencakup properti milik Paradise Indonesia, entitas anak, dan afiliasinya. Dengan durasi kerja sama hingga 30 tahun, perseroan berupaya membangun kesinambungan pengelolaan aset hospitality sekaligus menjaga kontribusi segmen tersebut terhadap pendapatan berulang.

Selain mengoptimalkan aset yang telah menghasilkan pendapatan, INPP masih melanjutkan pengembangan 88 Plaza Balikpapan Fase I. Proyek kawasan komersial tersebut mencakup pengembangan ruko dan mencatat progres penjualan lebih dari 60% pada semester I 2026.

Dengan bertambahnya aset komersial, penguatan bisnis hospitality, serta pipeline pengembangan di Balikpapan, Paradise Indonesia memasuki paruh kedua 2026 dengan strategi yang diarahkan pada peningkatan kontribusi aset dan penguatan basis pendapatan berulang hingga akhir tahun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

RISE Gaspol di Bandung, Landbank 26 Hektare Bernilai Rp1,25 Triliun Jadi Mesin Pertumbuhan

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mulai menggeber ekspansi ke pasar properti Jawa Barat. Emiten properti di bawah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img