Rabu, Januari 14, 2026

Pemkot Semarang Gandeng Investor Kembangkan Dua Objek Wisata

Must Read

Moneter.co.id – Pemerintah
Kota (Pemkot) Semarang menggandeng PT Indocitra Interwisata untuk mengembangkan
dua objek wisata yakni, Taman Lele dan Hutan Wisata Tinjomoyo.

Hendi menyebutkan dua objek wisata di Semarang itu akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan perusahaan itu. “PT Indocitra Interwisata mencoba berinvestasi di Kota
Semarang. Wilayahnya di sektor pariwisata. Kami coba bekerja sama,” kata
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Sabtu (8/4).

Rencananya, kata dia, akan dilakukan penataan ulang dan
pembangunan di beberapa kawasan sebagai upgrade
untuk dua objek wisata itu agar lebih cantik, menarik, dan nyaman dikunjungi
wisatawan.

“Untuk Taman Lele, di situ ada hotel kelas melati yang
akan dijadikan hotel bintang tiga dengan sebelas lantai, kemudian dibangun jogging track, panggung umum, taman
bunga, dan seterusnya,” katanya.

Demikian pula Hutan Wisata Tinjomoyo, kata dia, sudah
dilakukan kajian bahwa di kawasan tersebut merupakan daerah patahan sehingga
jika dibangun bangunan permanen umumnya akan mengalami kerusakan.

Jadi, kata dia, nantinya bukan bangunan permanen, melainkan
semacam karavan, rumah-rumah kayu yang akan dibangun di Hutan Wisata Tinjomoyo
sehingga tidak terpengaruh dengan pergerakan tanah.

“Yang paling utama, Hutan Wisata Tinjomoyo akan
dijadikan sebagai tempat konservasi tanaman langka. Kemarin (6/4), sudah
dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU),” katanya.

Mengenai besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan
dua objek wisata itu, Hendi mengaku belum mengetahui secara detail karena masih
menunggu perjanjian kerja sama (PKS).

“Sekarang kan baru buat MoU, nanti dilanjutkan PKS.
Rencananya, pihak investor akan melakukan pembangunan selama satu tahun.
Mudah-mudahan, tahun depan sudah selesai pembangunannya,” katanya.

Hendi menambahkan langkah menggandeng investor untuk
pengembangan wisata Taman Lele dan Hutan Wisata Tinjomoyo ditempuh karena
pengelolaan yang dilakukan di dua objek wisata itu belum optimal.

“Pertama, belum optimal, terutama dari sisi pendapatan.
Kedua, pengelolaan yang kurang sesuai harapan. Problemnya, anggaran pasti,
kemudian kemampuan sumber daya manusia (SDM),” katanya.

Hendi mengakui, untuk kemampuan SDM
masih harus belajar untuk pengelolaan sektor pariwisata secara profesional yang
selama ini belum bisa dilakukan jajaran Pemkot Semarang.

“Ini mumpung ada pihak swasta yang sudah profesional.
Kemudian, ada beberapa tempat yang sudah mereka kelola dan kami sudah datengin,
di antaranya Cimory. Kayaknya cocok ini dikembangkan,” katanya.

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia – KOICA Kembangkan Sistem Metrologi Legal EVSE

Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) meluncurkan proyek pengembangan sistem metrologi legal kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img