Moneter.id – PT
ABM Investama Tbk (ABMM) membukukan pendapatan neto US$ 161,74 juta di kuartal I-2020.
Capaian ini meningkat 11,62% (yoy)
dibandingkan realisasi priode yang sama tahun lalu sebesar US$ 144,90 juta.
Perseroan menyebutkan sebagian besar pendapatan neto
ABMM berasal dari segmen kontraktor tambang dan tambang batubara sebesar US$
123,18 juta.
“Perseroan juga memperoleh pendapatan neto dari bisnis
jasa logistik dan sewa kapal sebesar US$ 23,20 juta. Beban pokok pendapatan
ABMM juga meningkat di kuartal I-2020 sebesar 8,50% (yoy) menjadi US$ 133,19 juta,” tulis perseroan keterangan resminya,
Rabu (8/7/2020).
Sementara, beban pokok pendapatan ABMM berada di level
US$ 122,75 juta pada kuartal I-2019. Di sisi lain, ABMM mengalami
penurunan beban penjualan, umum, dan administrasi sebesar 1,10% (yoy) dari US$ 12,64 juta di kuartal
I-2019 menjadi US$ 12,50 juta di kuartal I-2020.
Biaya
keuangan perseroan juga menyusut sebesar 9,93% (yoy) dari US$ 10,17 juta di
kuartal I-2019 menjadi US$ 9,16 juta di kuartal I-2020. Hasil tersebut membuat
ABMM mencetak laba bersih sebesar US$ 1,79 juta di kuartal I-2020, padahal di
periode yang sama di tahun lalu emiten tersebut menderita rugi bersih sebesar
US$ 199.756.
Liabilitas
ABMM tercatat sebesar US$ 650,42 juta di kuartal I-2020 atau naik 6,79% (qoq)
dibandingkan liabilitas di akhir tahun 2019 sebesar US$ 609,03 juta.
Di sisi lain, ekuitas perusahaan tambang batubara ini
berkurang 2,34% (qoq) dari US$ 245,19 juta di akhir 2019 menjadi US$ 239,45
juta di kuartal I-2020. Adapun total aset ABMM per kuartal I-2020 sebesar US$
889,80 juta. Jumlah ini meningkat 4,16% (qoq) dari nilai aset di akhir tahun
2019 sebesar US$ 854,22 juta.




