Moneter.co.id – PT Adaro Energy
Tbk., (ADRO) mengantongi pendapatan senilai US$3,26 miliar sepanjang 2017.
Angka ini naik 29,36% dari pencapaian tahun 2016 sebesar US$2,52 miliar.
Pada 2017 perusahaan
memeroleh pendapatan senilai US$3,26 miliar pada 2017, atau sekitar Rp44,05
triliun. Perhitungan nilai tukar ialah Rp13.513,35 per US$1. Pendapatan
meningkat 29,36% year on year (yoy)
dari 2016 sebesar US$2,52 miliar.
Sementara itu,
laba bersih perusahaan melonjak 44,43% yoy menjadi US$483,29 juta dari
sebelumnya US$334,62 juta. Pencapaian laba tahun berjalan yang dapat
distribusikan kepada pemilik entitas induk itu setara dengan Rp6,53 triliun.
Kendati membukukan
pertumbuhan kinerja yang apik pada 2017, pencapaian pendapatan dan laba bersih
ADRO masih berada di bawah estimasi konsensus. Konsensus analis memprediksi
pendapatan perusahaan pada tahun lalu senilai US$3,28 miliar dan laba bersih
US$503,50 juta.
Presiden Direktur & Chief
Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, meski menghadapi
cuaca buruk sepanjang tahun lalu, perusahaan berhasil mempertahankan posisi
keuangan yang sehat.
“Pendapatan usaha pada 2017
ditopang pemasukan dari pertambangan dan perdagangan batu bara senilai US$3,04
miliar, naik 30% yoy,” ucapnya, Selasa (6/3).
Untuk
pendapatan dari jasa pertambangan mencapai US$151 juta, dan lainnya US$66 juta.
“Tahun 2017 merupakan tahun yang baik untuk Adaro Energy seiring perusahaan
merayakan 25 tahun operasinya dengan pencapaian kinerja yang solid,” tuturnya.
Sementara, EBITDA
operasional perusahaan meningkat 47% yoy menjadi US$1,31 miliar dari sebelumnya
US$893 juta. Penyaluran belanja modal 2017 melonjak 186% yoy menuju US$229 juta
dari 2016 sebesar US$80 juta.
Liabilitas perseroan pada
2017 menurun menjadi US$2,72 miliar dari sebelumnya US$2,73 miliar. Namun,
liabilitas jangka pendek bertambah menjadi US$773,30 juta dari sebelumnya
US$644,55 juta.
Ekuitas ADRO meningkat
menjadi US$4,09 miliar dari sebelumnya US$3,78 miliar. Aset perseroan pun
meningkat pada 2017 menuju US$6,81 miliar dari 2016 sebesar US$6,52 miliar.
Pada tahun lalu, sambung
Garibaldi, Adaro Energy membayar royalti sebesar US$346 juta dan US$428 juta
kepada negara dalam bentuk pajak.
(HAP)




