Moneter.id – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membukukan pendapatan
bersih US$702,05 juta atau turun 17,82% secara tahunan. Pendapatan yang
tertekan berasal dari penjualan produk baja di pasar lokal yang turun 28,38%
menjadi US$523,79 juta.
“Penjualan produk baja di pasar luar negeri tumbuh
295,99%, dari US$16,71 juta pada semester I/2018 menjadi US$66,17 juta pada
semester I/2019,” tulis perseroan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dijelaskan, beban pokok penjualan turun 10,06% menjadi
US$753,89 juta. Dengan demikian, perseroan memperoleh laba kotor senilai
US$23,98 juta atau turun 76,11% secara tahunan.
Emiten produsen baja plat merah ini juga mencatat
beban umum administrasi tercatat US$14,03 juta, beban umum dan administrasi
US$81,81 juta, dan beban operasi lainnya US$411,71 juta.
Di sisi lain, perseroan memperoleh penjualan limbah
produksi US$871.000 dan pendapatan operasi lainnya US$11,96 juta. Dari
perolehan tersebut, perseroan mencatatkan rugi operasi US$70,74 juta, dari
sebelumnya laba US$9,34 juta.
Beban keuangan pada semester I/2019 senilai US$62,07
juta, naik 25,72% dari periode yang tahun sebelumnya sebesar US$49,37 juta.
Perseroan juga mencatatkan rugi selisih kurs senilai US$15,50 juta, dari
sebelumnya memperoleh laba selisih kurs US$32,63 juta.
Dengan demikian, rugi bersih yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk membengkak dari US$16,01 juta pada semester I/2018
menjadi US$134,95 juta pada semester I/2019.
Jumlah aset perseroan per 30 Juni 2019 senilai US$4,27
miliar, turun 0,70% dari jumlah aset per 31 Desember 2019. Adapun, jumlah
liabilitas senilai US$2,57 miliar dan ekuitas US$1,70 miliar.




