Jumat, April 17, 2026

Pendapatan Tembus Rp1 Triliun, ASLC Gas Buyback Saham

Must Read

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), emiten ekosistem otomotif omnichannel, mengumumkan langkah strategis berupa pembelian kembali saham atau buyback sebagai respons atas posisi kas yang dinilai kuat serta keyakinan manajemen terhadap peningkatan nilai intrinsik perseroan pasca kinerja penuh tahun buku 2025.

Langkah korporasi ini menjadi sinyal optimisme manajemen terhadap prospek bisnis ASLC, sekaligus upaya menjaga stabilitas pergerakan saham di pasar. Perseroan akan menggunakan dana internal untuk membeli kembali saham yang beredar di publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pelaksanaan buyback tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap dalam periode yang telah ditentukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Perseroan menegaskan proses ini tetap mengacu pada ketentuan batas harga dan volume sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, ASLC juga masih berada dalam periode pembelian kembali saham yang berlaku hingga 17 Juni 2026, sebagaimana mandat RUPS pada 17 Juni 2025.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, mengatakan keputusan buyback didukung oleh keberhasilan strategi bisnis sepanjang 2025 yang menghasilkan arus kas sehat, sehingga tidak akan mengganggu agenda ekspansi tahun ini.

“Melihat capaian gemilang di FY25, kami merasa harga saham saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued). Buyback ini adalah instrumen kami untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham sekaligus menjaga volatilitas pasar agar lebih stabil,” ujar Jany dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

Dari sisi fundamental, ASLC membukukan pertumbuhan yang solid sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi jaringan ritel mobil bekas Caroline.id serta stabilnya kontribusi bisnis lelang JBA.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp1 triliun, naik 14,5% secara tahunan dibandingkan 2024. Realisasi tersebut juga melampaui target penjualan unit yang telah ditetapkan sebelumnya, memperkuat keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

Manajemen menilai prospek usaha pada 2026 tetap menjanjikan seiring fundamental pasar otomotif bekas yang masih kuat. Optimisme itu mendorong ASLC untuk melanjutkan strategi ekspansi jaringan secara berkelanjutan, sembari mengoptimalkan ekosistem omnichannel di segmen mobil bekas.

Di tengah langkah ekspansi tersebut, keputusan buyback dinilai menjadi katalis positif bagi sentimen pasar, terutama setelah emiten ini menunjukkan kemampuan menjaga pertumbuhan pendapatan dan posisi kas yang solid. Gaya langkah ini juga kerap dibaca investor sebagai penegasan bahwa manajemen melihat valuasi saham ASLC masih menarik pada level saat ini.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Mendag Busan Klaim Kewajiban Distribusi Melalui DMO Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng Rakyat

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, kewajiban distribusi domestic market obligation (DMO) minyak goreng rakyat sebesar minimal 35 persen melalui...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img