Moneter.id
–
PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) membukukan penjualan dan pendapatan usaha
sebesar Rp4,95 triliun sepanjang tahun 2020. Capaian ini meningkat sebesar 30,7
persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp3,79 triliun.
Corporate
Secretary Agung Podomoro Land, F Justini Omas mengatakan, perusahaan
membukukan penjualan sebesar Rp3,91 triliun pada 2020 atau naik 58,8 persen
dari tahun 2019 sebesar Rp2,46 triliun.
“Penjualan yang meningkat sebagian besar karena
adanya penjualan lahan industri Karawang dan penjualan sebagian dari Mal
Central Park,” ujarnya, Rabu (28/4).
Disisi pendapatan usaha, emiten properti ini tercatat sebesar
Rp1,04 triliun atau turun 21,5 persen dibandingkan tahun 2019 yang sebesar
Rp1,32 triliun akibat adanya pandemi yang sedang berlangsung.
APLN membukukan laba kotor sebesar Rp2.201,3 miliar
pada 2020 dengan marjin laba kotor 44,4% dibandingkan sebesar Rp1.961,1 miliar
dengan marjin laba kotor 51,7% pada 2019.
Perusahaan membukukan penjualan pemasaran atau
marketing sales di luar PPN sebesar Rp3,48 triliun, meningkat 79% dibandingkan
Rp1,94 triliun pada 2019.
Adapun, laba bersih periode berjalan perseroan
meningkat menjadi Rp180,1 miliar naik 49,1% dibandingkan dengan 2019 yang
sebesar Rp120,8 miliar. Kendati demikian, laba komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami rugi Rp225,3 miliar
meningkat dari rugi pada 2019 yang sebesar Rp135,8 miliar.
Tahun ini, APLN optimis kinerja pra penjualan atawa marketing sales bakal tumbuh lebih tinggi
dibandingkan realisasi marketing sales di
2020 yang sudah tembus target. Insentif pajak dari pemerintah untuk sektor
properti jadi kunci pendorong kinerja.




