Rabu, Februari 4, 2026

Penjualan Ultrajaya Milk Naik 13,02 Persen di Kuartal I/2020

Must Read

Moneter.id – PT
Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) membukukan penjualan
di kuartal I/2020 sebesar Rp 1,61 triliun atau tumbuh sekitar 13,02% dibanding
penjualan periode sama tahun lalu yang sebesar 1,42 triliun.

Perseroan menyebutkan, kenaikan pada sisi penjualan
didorong oleh pertumbuhan penjualan lokal. Disebutkan, penjualan termasuk PPN
di pasar lokal tercatat tumbuh sekitar 13,24% secara tahunan atau year-on-year
(yoy) menjadi Rp 1,77 triliun.

“Angka ini terdiri atas penjualan lokal minuman
sebesar Rp 1,74 triliun dan makanan Rp 27,46 miliar,” tulis perseroan dalam
laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, Minggu (3/5/2020).

Dijelaskan, untuk penjualan ekspor termasuk PPN ULTJ
turun sekitar 43,34% yoy menjadi Rp 3,04 miliar di tiga bulan pertama tahun
ini. Angka ini terdiri atas penjualan ekspor minuman sebesar Rp 2,98 miliar dan
makanan Rp 2,39 miliar.

“Pertumbuhan yang terjadi pada sisi penjualan
sebenarnya juga diiringi dengan kenaikan pada beberapa pos beban,” tulisnya
lagi.

Sepanjang Januari – Maret 2020 lalu, beban pokok
penjualan ULTJ naik tipis sekitar 6,42% yoy menjadi Rp 986,79 miliar.
Sebelumnya, beban pokok penjualan ULTJ tercatat sebesar Rp 927,23 miliar pada
periode sama tahun lalu.

Kenaikan juga dijumpai pada beban penjualan serta
beban administrasi dan umum. Disebutkan, beban penjualan ULTJ tercatat naik sekitar
49,46% yoy dari Rp 142,07 miliar di kuartal I/2019 menjadi Rp 212,35 miliar
pada kuartal I/2020.

Sementara, beban administrasi dan umum naik 17,95% yoy
menjadi Rp 52,76 miliar pada kuartal I/2020 lalu. Sebelumnya beban administrasi
dan umum ULTJ tercatat sebesar dari Rp 44,73 miliar di kuartal I/2019.

Meski demikian, terlepas dari adanya kenaikan pada
beberapa pos beban, ULTJ masih mampu membukukan pertumbuhan double digit pada
sisi laba bersih. Setelah dikurangi beban pokok penjualan, beban administrasi
dan umum, beban keuangan dan lain-lain, ULTJ berhasil mengempit laba tahun
berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk alias laba bersih
sebesar Rp 435,76 miliar di tiga bulan pertama tahun 2020.

“Angka ini lebih tingi sekitar 45,27% bila
dibandingkan laba bersih periode sebelumnya yang sebesar Rp 299,95 miliar,”
tulisnya lagi.

Per 31 Maret 2020 lalu, aset ULTJ tercatat sebesar Rp
7,13 triliun. Angka ini terdiri atas ekuitas sebesar Rp 6.09 triliun dan
liabilitas sebesar Rp 1,03 triliun. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia–Aljazair Jajaki Kolaborasi Pariwisata, Perkuat Pasar Afrika Utara

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membuka peluang kerjasama pariwisata sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Aljazair. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img