Moneter –
PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatat total transaksi di aplikasi
Neobank mencapai Rp36,83 triliun atau sebesar 2,54 miliar dolar AS pada
triwulan IV/2021. Capaian ini meningkat 150 persen dibandingkan triwulan
sebelumnya (quarter to quarter/qtq).
“Kenaikan kinerja BNC pada triwulan IV/2021 harus
diimbangi dengan kemampuan perseroan untuk melayani jutaan nasabah di saat
bersamaan,” kata Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan, Rabu (26/1/2022).
“Melalui peningkatan arsitektur database, BNC
berhasil meningkatkan kapasitas penyimpanan sistem dan kemampuan konkurensi,
yang memungkinkan aplikasi Neobank beroperasi optimal mendukung puluhan juta
akun nasabah dan rata-rata jutaan transaksi per hari, dengan tingkat
keberhasilan lebih dari 99,99 persen,” kata Tjandra.
Selain nilai transaksi, jumlah transaksi tercatat
lebih dari 96,86 juta kali atau meningkat 300 persen dibandingkan triwulan
sebelumnya, yakni 23,93 juta kali transaksi, dengan pengguna yang melakukan
transaksi menempati 50 persen lebih dari pengguna aktif pada triwulan IV 2021.
Adapun transaksi per nasabah mencapai rata-rata 17,4
kali per bulan alias meningkat sebesar 240 persen (qtq).
Pada triwulan IV 2021, ia menuturkan pengguna harian
aktif Neobank mencapai 1,8 juta atau meningkat 112 persen (qtq), sementara
pengguna aktif bulanan tercatat 4,83 juta atau meningkat 27 persen (qtq).
Pertumbuhan nasabah BNC pun turut meningkat tajam
menjadi 13,3 juta nasabah, dari sebelumnya 8,21 juta atau naik 63 persen (qtq),
dari semua nasabah yang aktif, 30 persen di antaranya merupakan nasabah
tabungan dan deposito.
Secara rata-rata, nasabah melakukan 5,7 kali transaksi
menabung atau membuka deposito setiap bulan di aplikasi Neobank atau meningkat
43 persen dari 4 kali transaksi di triwulan ketiga tahun 2021, dengan kata lain
setiap lima hari nasabah melakukan satu kali transaksi menabung atau membuka
deposito di aplikasi Neobank.
“Terjadi pula kenaikan hampir dua kali lipat dari
jumlah saldo rekening, dari total 140 juta dolar AS atau setara Rp2 triliun di
triwulan III 2021 menjadi 264 juta dolar AS atau Rp3,77 triliun di triwulan IV
2021,” kata Tjandra.
Baca juga: BNC bakal rilis RDN dan digital lending dikuartal I/2022
Baca juga: Rights issue Bank Neo Commerce alami oversubscribed hingga Rp882,5 miliar




