Jumat, Februari 27, 2026

Perkuat Bisnis Mikro, BNI Tertarik Ambil Alih Saham Bank Bukopin

Must Read

Moneter.co.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI tertarik untuk
mengambil alih PT Bank Bukopin Tbk. BNI tertarik mengambil alih Bukopin
guna memperkuat bisnis mikro, khususnya untuk menyalurkan KUR (Kredit Usaha
Rakyat). 

Rencananya, BNI nantinya akan masuk melalui penerbitan saham baru dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang
akan digelar Bank Bukopin pada pertengahan 2018. 

 

“BNI sebenarnya sudah siap menyuntikkan modal. Tapi yang
menjadi masalah, ini tentu nanti harga yang ditawarkan,” ujar sumber
tersebut, dikutip Jumat (23/2). 

Selain menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam rights
issue
 tersebut, BNI disebut berkeinginan untuk mengambil alih saham
yang saat ini dipegang oleh Bosowa. Namun, keinginan itu, menurut sumber
tersebut, akan sangat bergantung pada harga yang ditawarkan.

 

Seperti diketahui, mayoritas saham Bank Bukopin atau sekitar 30%
saat ini dikuasai oleh PT Bosowa Corporindo. “Dulu Bosowa membeli Bank
Bukopin dengan harga yang premium. Tentu kalau dengan harga seperti kemarin,
BNI agak keberatan,” terang dia. 

Bosowa resmi mengambil alih saham Bukopin pada 2013 lalu yang dilakukan secara
bertahap. Pada tahap pertama, Bosowa membeli 1,1 miliar saham atau sekitar 14%
saham Bank Bukopin dengan harga Rp1.050 per saham dari Kopelindo. 

Nilai akuisisinya mencapai Rp1,17 triliun. Kemudian di tahap kedua, Bosowa
meningkatkan porsi sahamnya menjadi 18,5% melalui rights issue dan
tahap ketiga sebesar 11,43%. 

Adapun pada perdagangan hari ini, harga saham Bank Bukopin ditutup pada level
Rp625 per saham. Selain ingin memperbesar bisnis mikro, alasan lain BNI
tertarik mengambil Bukopin adalah masih ada saham pemerintah pada bank
tersebut. Saat ini, pemerintah tercatat masih memiliki 11,43% saham pada bank
tersebut. 

 

Dengan demikian, jika BNI mengambil
alih saham Bank Bukopin, kontrol perusahaan nantinya akan berada di
tangan pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung.




BNI sebelumnya sempat mengungkapkan rencananya untuk
mengakuisisi bank kelas menengah. Untuk itu, perusahaan telah mengalokasikan
dana Rp3 triliun guna melakukan pertumbuhan anorganik. 



Sementara itu, menurut Direktur Retail Banking Bank Bukopin
Heri Purwanto, pihaknya berencana menggelar rights
issue
 pada pertengahan tahun ini guna menambah permodalan.

Rencananya, pihaknya akan menambah
saham baru sebesar 30% dengan target dana sekitar Rp2 triliun. 
“Kami
ada rencana rights
issue
 sebesar 30% atau sekitar Rp2 triliun,” terang Heri.

 

Heri menyebut, penambahan modal
dilakukan guna menjaga rasio kecukupan modal 
(Capital
to Adequaty Ratio/CAR)
 perseroan. Saat ini, CAR Bank Bukopin disebut berada di
kisaran 14%.



Berdasarkan laporan bulanan perseroan, Bank Bukopin tercatat
membukukan laba bersih per akhir Desember 2017 sebesar Rp295 miliar, anjlok
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,04 triliun.

 

Penurunan laba tersebut, antara lain didorong oleh
meningkatnya beban pencadangan perseroan dua kali lipat dari Rp638,7 miliar
pada 2016 menjadi Rp1,4 triliun. 




Tahun lalu, Bukopin juga mencatatkan Penyaluran kredit
tercatat sebesar Rp70,37 triliun, naik hanya 4,2% dibanding 2016 sebesar Rp67,5
triliun. 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img