Rabu, Oktober 28, 2026

Permata Bank Catat Laba dan Aset Tumbuh Sepanjang 2026

Pertumbuhan ini sejalan dengan penerapan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Must Read

PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) mencatat per September 2026 total aset tumbuh 2,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp277,2 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan penerapan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Selain itu, Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp2,6 triliun dan total pendapatan sebesar Rp9,2 triliun selama sembilan bulan pertama 2026 atau hingga kuartal III 2026.

Penyaluran kredit perseoran juga tumbuh 10,1 persen (yoy) menjadi Rp172,9 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan kredit konvensional sebesar 13,9 persen (yoy) menjadi Rp153,4 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan perseroan terus menjaga fundamental yang kuat melalui pengelolaan risiko yang disiplin dan pertumbuhan kredit yang sehat di tengah dinamika pasar dan ketidakpastian global.

“Hal ini menjadi landasan bagi Permata Bank untuk menjaga ketahanan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan,” kata Meliza di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

“Perseroan juga berkomitmen untuk terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembiayaan inklusif dan berdampak sosial melalui pembiayaan usaha kecil menengah (UKM) yang mencapai Rp6,9 triliun, meningkat 16,6 persen (yoy) dibandingkan tahun 2025,” paparnya.

Permata Bank terus memperkuat dana pihak ketiga (DPK) yang berkualitas, khususnya dana murah (CASA) melalui penguatan transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital di seluruh kanal perbankan.

Hingga kuartal III 2026, catat perseroan, CASA masih menjadi kontributor utama dari DPK yakni sebesar 56,4 persen. Menurut perseroan, hal ini mencerminkan kepercayaan nasabah yang kuat terhadap Permata Bank.

Kualitas aset tetap terjaga baik yang tercermin dari rasio NPL gross dan loan at risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1 persen dan 5,8 persen, lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu masing-masing tercatat sebesar 2,2 persen dan 7 persen.

Perseroan terus mempertahankan NPL coverage dan rasio LAR coverage di level yang prudent, masing-masing di level 373,4 persen dan 135,2 persen.

Rasio loan to deposit (LDR) tercatat pada level yang optimal di level 92,1 persen per akhir September 2026, meningkat dibandingkan pada akhir September 2025 yang berada di level 80,9 persen.

Pemenuhan rasio likuiditas Permata Bank berdasarkan ketentuan Basel III konsisten berada jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100 persen.

Hal tersebut tercermin dari rata-rata triwulanan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 238,9 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 120 persen per akhir September 2026, sesuai ketentuan yang berlaku.

Permata Bank terus mempertahankan struktur permodalan yang kuat hingga kuartal III 2026, tercermin dari rasio capital adequacy ratio (CAR) dan common equity tier 1 (CET-1) yang masing-masing berada pada level 32,5 persen dan 24,5 persen.

Sementara dari sisi unit usaha syariah (UUS), perseroan mencatat kinerja UUS yang positif dengan laba operasional sebelum penyisihan mencapai Rp631 miliar atau tumbuh 5,4 persen (yoy).

Adapun pendanaan UUS pada kuartal III 2026 tercatat sebesar Rp 27,2 triliun, tumbuh 1 persen (yoy) dengan dana wadiah sebesar Rp 3,1 triliun atau tumbuh 4,3 persen (yoy).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kuartal III 2026, Laba Bersih Bank Jago Naik 50 Persen Secara Tahunan

PT Bank Jago Tbk mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) tumbuh 50 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp298 miliar...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img