Rabu, Januari 14, 2026

Permintaan Ekspor Tinggi, Asian Agri Dorong Produktivitas Kelapa Sawit

Must Read

Moneter.co.id – Permintaan
ekspor kelapa sawit Indonesia sepanjang 2017 naik 23% di angka 31,07 juta ton
dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 25,11 juta ton. Tingginya permintaan tersebut
harus ditanggapi secara positif oleh seluruh pelaku usaha.

Head of Agronomy Department di
Asian Agri R&D Centre Bahilang, Sumatra Utara, Abdul Aziz mengatakan,
dengan lahan perkebunan kelapa sawit yang terbentang luas dan prinsip tidak
memperluas lahan baru, para pelaku industri kelapa sawit nasional didorong
untuk meningkatkan produktivitas perkebunan di lahan yang ada saat ini.



Hal ini didasari kenyataan bahwa luas lahan perkebunan sering kali berbanding
terbalik dengan hasil produksi yang masih tergolong minim. ”Untuk mengoptimalkan produksi kelapa sawit, intensifikasi dapat menjadi
jawaban atas permasalahan tersebut,” katanya, Sabtu (24/2).


Ia menjelaskan beberapa hal penting dalam program intensifikasi yang dilakukan
Asian Agri, termasuk pemilihan material tanaman unggul untuk kebun kelapa
sawit, jenis dan aplikasi pemupukan yang efektif. 

”Kualitas dan konsistensi pemupukan tanaman menjadi faktor yang sangat menentukan
peningkatan produksi kelapa sawit karena proses pemupukan menyediakan unsur
hara sebagai nutrisi yang dibutuhkan tanaman,” ujar Aziz.

Aziz menjelaskan, nutrisi yang cukup akan mendorong pertumbuhan tanaman yang
sehat dan tahan terhadap hama dan penyakit serta dapat memproduksi tandan buah
segar (TBS) dengan kandungan minyak yang tinggi. 

 

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img