Moneter.co.id – Maskapai
penerbangan yang tergabung dalam Lion Air Group, Wings Air melakukan pendaratan
darurat dikarenakan adanya indikasi percikan api pada satu mesin (fire
engine) ketika persiapan pendaratan (landing approach) pada
penerbangan bernomor IW 1410 rute Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli
Serdang, Sumatera Utara (KNO) yang lepas landas pukul 08.05 WIB menuju Bandar
Udara Takengon Rembele, Bener Meriah, Aceh (TXE).
Berdasarkan
informasi resmi Wings Air yang diterima MONETER.co.id,
Kamis (12/4) disebutkan, penerbangan ini menggunakan pesawat ATR 72-500
registrasi PK-WFG, membawa empat kru, 69 penumpang dewasa, satu anak dan tiga
bayi. Pimpinan awak pesawat ialah Capt. Jorge Armando Pinet beserta kopilot (first
officer) Rahadian Ali, serta awak kabin Indriyani Fuji dan Jasmine
Caroline.
“Pesawat
mendarat pukul 09.04 WIB. Demi alasan keselamatan dan keamanan seluruh
penumpang serta kru, pilot memutuskan untuk memberhentikan pesawat di landas
pacu (runway) dengan tujuan segera mematikan kedua mesin (engine shut
down),” tulisnya.
Setelah
dilakukan pengecekan pada mesin, ternyata tidak ada percikan api, hanya
kesalahan informasi pada instrumen kokpit (false warning). Wings Air
telah melakukan prosedur pendaratan serta evuakuasi sesuai aturan yang sudah
ditetapkan dan sebenar-benarnya.
Penumpang dan
kru dalam keadaan selamat. Seluruhnya sudah dievakuasi menuju gedung terminal
kedatangan. Terdapat dua penumpang terkilir ringan dikarenakan melompat dari
pesawat, ketika pintu pesawat sudah dibuka.
“Hal ini
terjadi setelah kondisi pesawat mendarat dan mesin sudah dimatikan. Awak kabin
langsung meminta pertolongan pertama dari ambulance yang berdekatan
dengan pesawat, untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya dalam keterangan
tersebut.
Saat ini masih
dilakukan proses pemeriksaan terhadap pesawat. Safety Director of Wings
Air akan melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian ini untuk nanti
dapat diberikan rekomendasi sehingga dapat menghindari kejadian tersebut.
Wings Air
bekerjasama dan berkoordinasi dengan teknisi, pengelola bandar udara serta pihak
terkait dalam kejadian ini untuk meminimalisir dampak yang timbul dari kondisi
penerbangan ini, agar operasional lain tidak terganggu.
Wings Air
menyatakan permohonan maaf kepada para penumpang beserta seluruh pihak yang
terganggu dengan adanya situasi ini.
(TOP)




