Moneter.id – Direktur
Keuangan PT Phapros Tbk, Heru Marsono mengatakan perseroan akan mengalokasikan
belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 350 miliar pada 2019
mendatang.
“Capex
didapat dari perbankan dan non perbankan, tahun depan kami akan rights issue rencananya Rp 1 triliun-Rp
2 triliun, sekitar 20%-25% (dari modal disetor), karena kami butuh dana
besar,” kata Heru.
Sementara, Direktur Utama
Phapros Barokah Sri Utami menambahkan, belanja modal tahun depan antara lain
akan digunakan untuk membentuk usaha patungan (joint venture) dengan perusahaan farmasi di Asia Tenggara. Aksi ini
dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara anorganik.
“Kami
akan joint venture dengan beberapa
perusahaan farmasi di Asean. Inisiatif akuisisi ada tapi karena ini masih tahap
evaluasi kami tidak sebut dulu, nanti kalau sudah berhasil,” kata Sri
Utami.
Informasi
saja, emiten dengan kode PEHA ini telah mengakuisisi perusahaan farmasi PT
Lucas Djaja dan entitas anak yang berlokasi di Bandung. Melalui aksi tersebut,
PEHA menargetkan kapasitas produksi bertambah menjadi 5 miliar tablet per tahun
dari sebelumnya sebanyak 4 miliar tablet per tahun.
Pada tahun
2019, PEHA berencana memperluas pasar ekspor dengan melakukan ekspansi di
Myanmar dan Nigeria.
“Di Myanmar Phapros akan
melakukan joint venture, sementara di
Nigeria PEHA akan menggandeng mitra lokal untuk mendistribusikan obat antimo,”
papar Sri Utami.




