Kamis, September 17, 2026

PHR Buka Babak Baru Migas Rokan, Potensi MNK North Aman Capai 724 MMBOE

Must Read

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mulai memacu pengembangan minyak dan gas bumi nonkonvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan. Proyek ini menjadi salah satu strategi PHR untuk membuka sumber daya migas baru ketika lapangan konvensional memasuki fase mature.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Kontrak Bagi Hasil (KBH) MNK Rokan melalui anak usahanya, PT PHE Rokan Nonkonvensional. Pengembangan MNK Rokan sekaligus menjadi proyek pionir pengembangan migas nonkonvensional di Indonesia.

Potensi terbesar saat ini berasal dari struktur North Aman. Berdasarkan hasil pemboran dan pengujian sumur Gulamo DET-1 pada 2023 serta Kelok DET-1 pada 2024, struktur tersebut diperkirakan memiliki recoverable resources hingga 724 juta barel setara minyak (MMBOE).

Potensi tersebut menjadi dasar PHR untuk melanjutkan tahapan appraisal. Tahap ini diperlukan untuk mengonfirmasi besaran sumber daya sekaligus menentukan potensi pengembangan secara lebih lanjut.

North Aman juga diposisikan sebagai fondasi awal pengembangan MNK di Zona Rokan. PHR melihat peluang serupa masih terbuka di struktur South Aman, Rangau, dan Balam.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan pengembangan MNK Rokan penting untuk menciptakan sumber pertumbuhan produksi baru di tengah semakin matangnya lapangan migas konvensional.

“Rokan kita dorong menjadi pionir sekaligus pembuktian bahwa Migas Non Konvensional dapat dikembangkan secara komersial di Indonesia,” kata Djoko.

Menurut Djoko, tantangan selanjutnya adalah memastikan potensi sumber daya tersebut dapat dikonversi menjadi cadangan dan produksi. Karena itu, percepatan appraisal, penggunaan teknologi yang tepat serta dukungan keekonomian dan regulasi menjadi faktor penting.

“Potensinya sudah kita lihat, regulasi dan insentif juga telah disiapkan. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana seluruh tahapan dapat berjalan lebih cepat sampai menghasilkan produksi,” ujarnya.

Dari sisi Pertamina, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan pengembangan MNK Rokan tidak hanya berkaitan dengan pengeboran sumur. Proyek tersebut sekaligus menjadi sarana membangun kemampuan dan ekosistem MNK nasional.

“Yang kita bangun bukan hanya sumurnya, tetapi ekosistemnya. MNK membutuhkan integrasi kemampuan subsurface, drilling dan completion, stimulasi, teknologi, supply chain, serta sumber daya manusia yang berbeda dari pengembangan migas konvensional. Rokan menjadi starting point bagi Pertamina dan Indonesia untuk membangun learning curve tersebut,” ujar Oki.

Apabila ekosistem dan keekonomian MNK semakin kompetitif, model pengembangan di Rokan dapat menjadi referensi untuk proyek MNK di wilayah lain.

“Jika ekosistem ini berhasil kita bangun dan keekonomiannya semakin kompetitif, model yang dikembangkan di Rokan dapat direplikasi ke potensi MNK lainnya. Inilah langkah awal menuju pengembangan MNK Indonesia dalam skala yang lebih besar,” tambahnya.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Sunaryanto mengatakan pengembangan MNK berpotensi memberikan kontribusi terhadap produksi minyak nasional pada masa mendatang.

“Pengembangan MNK memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi minyak di dalam negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PHR Muhamad Arifin mengatakan penandatanganan KBH MNK Rokan menjadi langkah strategis dalam membangun sumber energi baru sekaligus kompetensi di sektor hulu migas.

“MNK bukan hanya proyek eksplorasi, melainkan fondasi baru yang akan menjadi investasi strategis untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan membangun kompetensi baru di hulu migas di Indonesia,” ungkap Arifin.

Pengembangan MNK Rokan juga ditopang infrastruktur produksi, fasilitas pendukung, akses operasional, dan rantai pasok yang telah berkembang di Zona Rokan. Kondisi tersebut menjadi modal untuk menjalankan pengembangan MNK secara bertahap.

Selain kesiapan operasional, pemerintah telah memberikan dukungan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 246.K/MG.04/MEM.M/2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional Wilayah Kerja Rokan.

Kebijakan tersebut mencakup kepastian regulasi dan fiskal, kemudahan komersialisasi produksi, skema cost recovery dengan split adaptif, serta insentif investasi.

Dengan dukungan tersebut, tahapan appraisal menjadi penentu berikutnya bagi pengembangan MNK Rokan. Jika sumber daya yang ada dapat dikonversi menjadi cadangan dan produksi, Rokan akan menjadi salah satu proyek penting dalam membangun pengalaman dan ekosistem MNK di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Cyble Perkuat Ekspansi AS, Tunjuk Eks EY dan PwC Pimpin Bisnis

Perusahaan keamanan siber berbasis AI-native, Cyble, memperkuat ekspansinya di pasar Amerika Serikat dengan menunjuk Steve Ingram sebagai Executive Vice...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img