Moneter.id
–
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menerbitkan
surat utang untuk belanja modal perusahaan.
“Perusahaan melakukan penjualan atas
efek bersifat utang di luar wilayah Indonesia yang dilakukan tanpa penawaran
kepada investor lndonesia melalui penarikan surat utang sebesar total USD1,5
miliar dari Global Medium Term Notes Program existing sebesar USD15 miliar,”
kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, Kamis (2/7/2020).
Katanya, surat utang tersebut terdiri dari dua seri. Pertama, surat utang dengan bunga tetap
sebesar USD500 juta dengan masa tenor sepuluh tahun dan kupon tiga persen.
“Kedua,
seri kedua surat utang dengan bunga tetap sebesar USD1 miliar dengan masa tenor
30 tahun dan kupon empat persen,” ucapnya.
Sementara yang bertindak sebagai joint lead managers and joint bookrunners
ditunjuk Citigroup Global Markets Inc., The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Limited, Mandiri Securities Pte. Ltd. dan Standard Chartered Bank
serta Deutsche Bank Trust Company Americas bertindak sebagai trustee untuk dan atas nama para
pemegang surat utang.
Menurutnya, perusahaan telah menandatangani suatu Perjanjian
Pembelian Surat Utang (Subscription Agreement) atas surat utang tertanggal 22
Juni. Surat utang telah dicatatkan di Bursa Efek Singapura.
“Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan surat utang
ini sebagian besar akan digunakan untuk belanja modal sehubungan dengan proyek
percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan,” tutupnya.




