Moneter.id – Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi menyatakan bahwa Badan
Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) diharapkan akan segera
beroperasi setelah mengalami penundaan dalam pembahasannya karena terkendala
oleh sejumlah faktor.
“Mudah-mudahan pembahasannya bulan ini bisa tuntas sehingga
bisa segera beroperasi,” kata Khalawi di Jakarta, Senin (22/10).
Awalnya ditargetkan bahwa BP Tapera juga akan beroperasi sejak
pertengahan tahun 2018. “Terkait BP Tapera ini progresnya tinggal
penetapan komisioner dan deputi komisioner,” paparnya.
Menurut Khalawi, harusnya pada tanggal 19 Oktober kemarin adalah
rapat terakhir, tetapi terpaksa tertunda antara lain karena adanya peristiwa
tragedi bencana alam yang terjadi seperti di Lombok (NTB) dan Palu (Sulteng).
Sementara, Direktur Pendayagunaan Sumber Pembiayaan Perumahan
Kementerian PUPR Adang Sutara mengakui bahwa awalnya diharapkan BP Tapera sudah
terbentuk pada tahun 2018.
“Ternyata masih berproses, karena itu diharapkan 2019 sudah
beroperasi,” tegas Adang.
(TOP)




