Rabu, Januari 14, 2026

PPN DTP 100% Diperpanjang, Ribuan Properti Baru Siap Perkuat Supply untuk Dorong Transaksi di 2026

Must Read

Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) kembali menunjukkan dampak positif terhadap pasar properti. Sepanjang 2025, total permintaan (enquiries) untuk proyek properti baru di Rumah123 meningkat 16,8% dibandingkan tahun 2024. Lonjakan minat mulai terlihat signifikan sejak Juli 2025, dengan pertumbuhan permintaan mencapai 30% dibandingkan Juni 2025, mengindikasikan respons pasar yang kuat terhadap keberlanjutan kebijakan PPN-DTP.

Perpanjangan PPN DTP 2026 merupakan bagian dari Paket Ekonomi 2025-2026 yang dirancang untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan daya beli, khususnya di sektor properti sebagai salah satu kontributor penting terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah secara resmi memperpanjang insentif ini melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025, berlaku mulai 1 Januari 2026, mencakup hunian dengan harga jual hingga Rp5 miliar, termasuk pembebasan 100% PPN untuk rumah dengan harga sampai Rp2 miliar.

“Perpanjangan PPN DTP ke 2026 diperkirakan kembali mendorong minat beli, meskipun saat ini masih bersifat early signal karena baru memasuki awal tahun. Konsumen kini lebih rasional dan selektif, dengan mempertimbangkan lokasi, harga, serta kesiapan unit sebelum mengambil keputusan,” ujar Marisa Jaya, Head of Research Rumah123.

Data Rumah123 menunjukkan bahwa first-time home buyer tetap menjadi kelompok paling responsif terhadap insentif fiskal ini. Sepanjang 2025, pengguna berusia 18-34 tahun mendominasi 45,5% dari total permintaan properti baru, dengan kecenderungan minat pada segmen rumah yang lebih terjangkau dan memiliki aksesibilitas yang baik.

Meski efektif sebagai stimulus jangka pendek, keberlanjutan pasar properti tetap dipengaruhi oleh keseimbangan supply dan demand, tingkat suku bunga KPR, serta struktur pembiayaan yang tersedia. Dalam konteks ini, tren permintaan di marketplace menjadi indikator awal bagaimana kebijakan fiskal diterjemahkan menjadi perilaku konsumen nyata, sekaligus menjadi referensi penting bagi pengembang, investor, dan pemangku kebijakan.

Selain insight pasar, Rumah123 mempermudah konsumen memanfaatkan insentif PPN DTP melalui beberapa fitur unggulan. Pertama, Properti Baru dari Official Developer, dengan lebih dari 7.000 listing baru ≤Rp2 miliar properti baru dari pengembang resmi yang eligible PPN DTP tersedia di platform, memastikan pencari rumah memiliki akses ke hunian resmi dan terpercaya.

Kedua, Properti Penawaran Khusus, Rumah123 menghadirkan satu halaman terkurasi yang memudahkan konsumen menemukan berbagai peluang terbaik di pasar, mulai dari hunian dengan insentif PPN DTP, properti turun harga, bebas biaya, DP 0%, aset bank, hingga properti di bawah NJOP. Semua telah difilter secara sistematis agar pencarian jadi lebih cepat, relevan, dan membantu konsumen mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

Ketiga, melalui Layanan KPR Terlengkap, Rumah123 memudahkan konsumen untuk memahami kemampuan finansial mereka sejak awal, mulai dari simulasi cicilan, estimasi kemampuan bayar, hingga perbandingan opsi pembiayaan dan suku bunga dari berbagai bank ternama di Indonesia. Dengan begitu, pencarian rumah tidak lagi hanya berbasis preferensi, tapi juga berbasis perhitungan yang matang.

“Membeli rumah adalah keputusan besar yang membutuhkan keyakinan dan perencanaan matang dan pemahaman yang menyeluruh. Rumah123 hadir untuk membantu masyarakat di setiap tahap, mulai dari mencari, membandingkan, hingga memahami pilihan pembiayaan. Kebijakan PPN DTP 100% ini menjadi momentum yang sangat baik bagi properti seeker yang sedang mempertimbangkan membeli rumah. Melalui layanan Rumah123, kami ingin mempermudah proses pencarian dan membantu masyarakat menemukan hunian yang tepat dengan lebih percaya diri,” ujar Bayu Qresna, Head of Brand Communication Rumah123.

Dengan demikian, perpanjangan PPN DTP 2026 tidak hanya berfungsi sebagai insentif fiskal jangka pendek, tetapi juga menjadi cerminan sentimen pasar properti Indonesia, sekaligus membantu berbagai pemangku kepentingan memahami dinamika permintaan dan preferensi konsumen yang terus berkembang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia – KOICA Kembangkan Sistem Metrologi Legal EVSE

Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) meluncurkan proyek pengembangan sistem metrologi legal kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img