Senin, Maret 2, 2026

Praktik Monopoli BUMN Buat Iklim Usaha Tidak Sehat

Must Read

Moneter.co.id – Didalam upaya pemerintah meningkatkan daya saing logistik dalam negeri, sejumlah praktik monopoli justru terjadi berulang kali melalui induk atau anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan praktik monopoli membuat pelaku usaha swasta khawatir akan adanya persaingan tidak sehat yang berpotensi “mematikan” usaha perusahaan swasta. “Selain itu, hal ini juga menyurutkan minat investor asing untuk menanam modal di Indonesia,” ucapnya, Jumat (7/4) 

“Monopoli BUMN hanya bisa membuat iklim usaha di swasta menjadi tidak sehat, mengancam kelangsungan usaha swasta, dan tidak berkeadilan. Lebih lagi, praktik kartel dan monopoli ini akan membuat investor menarik diri menanam modal di Indonesia,” ujar Yukki.

Hal ini menyusul rencana sinergi yang dilakukan antara PT Garuda Indonesia bersama Angkasa Pura II untuk mengintegrasikan kargo pada lima bandara terbesar di Indonesia antara lain Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Denpasar. 

Sementara, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Arif Wibowo mengatakan kerja sama antara Garuda Indonesia Cargo dengan PT Angkasa Pura Kargo akan diberlakukan pada empat bandara, tidak hanya di Bandara Soekarno-Hatta. 

Sedangkan, Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo, Denny Fikri, menyatakan kerja sama ini bisa mendongkrak pendapatan perusahaan yang baru berusia satu tahun tersebut. 

Menanggapi hal tersebut, Yukki menilai adanya kecenderungan monopoli yang dilakukan kedua BUMN tersebut. Kendati demikan, ia mengaku ikut berbangga bila perusahaan-perusahaan BUMN bisa tumbuh besar. 

“Kami terus terang ikut berbangga bila perusahaan-perusahaan BUMN tumbuh besar. Namun, kami meminta kepada pemerintah agar memperhatikan juga keseimbangan dan kelanjutan sektor usaha yang dimiliki pihak swasta. Sebab, perusahaan swasta juga memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing,” ungkap Yukki.. 

Selain berpotensi “mematikan” usaha sektor swasta, sambung Yukki, praktik monopoli juga memberi efek buruk terhadap iklim investasi dan performa logistik di Indonesia. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Syarkawi Rauf mengatakan berjanji akan melakukan kajian terkait sinergi antara PT Garuda Indonesia dan PT  Angkasa Pura Kargo dari segi hukum maupun dampak yang ditimbulkan. 

“KPPU akan melakukan kajian terhadap sinergi tersebut terkait dasar hukum dan dampaknya terhadap praktik monopoli,” ujar Syarkawi.

Rep.Hap

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img