Kamis, April 23, 2026

PRISM Ekspansi Hotel Premium ke Kota Berkembang, Bidik Lonjakan Permintaan di Luar Metropolitan

Must Read

Tren permintaan akomodasi premium mulai bergeser. Jika sebelumnya terkonsentrasi di kota-kota besar, kini kebutuhan hotel dengan standar layanan tinggi merambah kota-kota berkembang seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi di daerah.

Fenomena ini terbaca jelas oleh PRISM, perusahaan induk dari OYO, yang mulai memperkuat ekspansi bisnisnya di Indonesia dengan menyasar pasar non-metropolitan. Perusahaan tersebut menghadirkan brand Townhouse Oak di Aceh, Makassar, dan Palangkaraya sebagai bagian dari strategi penetrasi ke kota berkembang.

Langkah ini menandai perubahan pendekatan dalam industri perhotelan, di mana ekspansi tidak lagi hanya bertumpu pada kota besar, melainkan mulai mengincar wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin solid. PRISM melihat adanya peluang dari kombinasi meningkatnya daya beli masyarakat serta perubahan preferensi wisatawan yang kini menginginkan kenyamanan lebih tinggi di berbagai destinasi.

Sebagai bagian dari ekspansi, PRISM meluncurkan Townhouse Oak Aceh, Townhouse Oak Makassar, dan Townhouse Oak Palangkaraya. Kehadiran properti ini menjadi bagian dari penguatan portofolio sekaligus implementasi model company-serviced, di mana perusahaan mengelola operasional secara menyeluruh.

Melalui model tersebut, PRISM mengontrol proses end-to-end, mulai dari pengelolaan properti hingga pengalaman tamu. Strategi ini dinilai krusial untuk menjaga konsistensi layanan di tengah ekspansi yang semakin luas, terutama di pasar yang sebelumnya belum memiliki banyak pilihan akomodasi premium.

Country Head PRISM Indonesia, Hendro Tan, menegaskan bahwa perubahan preferensi konsumen menjadi pendorong utama langkah ini. “Kami melihat adanya perubahan preferensi di mana wisatawan kini mengharapkan standar layanan yang lebih tinggi, tidak hanya di kota besar tetapi juga di kota berkembang. Melalui model self-operated, kami dapat memastikan konsistensi kualitas layanan sekaligus menghadirkan pengalaman menginap yang lebih terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan pelanggan saat ini,” ujarnya.

Ekspansi ke kota berkembang juga mencerminkan dinamika baru dalam industri hospitality nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin merata, kota-kota seperti Aceh, Makassar, dan Palangkaraya dinilai memiliki potensi pasar yang kian menarik, terutama untuk segmen premium yang sebelumnya kurang tergarap optimal.

Ke depan, PRISM berencana melanjutkan ekspansi model self-operated ke lebih banyak kota berkembang dan destinasi strategis. Selain memperkuat posisi di industri, langkah ini juga diharapkan memberikan efek berganda bagi ekonomi lokal, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga membuka peluang kolaborasi dengan mitra setempat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hedging Menggeliat, Transaksi Kontrak Minyak ICDX Melejit di Tengah Gejolak Global

Gejolak geopolitik di Timur Tengah mendorong lonjakan signifikan pada aktivitas perdagangan derivatif komoditas di dalam negeri. Indonesia Commodity &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img