Sabtu, Februari 21, 2026

Produksi Melimpah, Kemendag Dukung Peningkatan Konsumsi Lada Domestik

Must Read

Moneter.id – Staf
Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Arlinda menyatakan, Kementerian
Perdagangan mendukung berbagai upaya peningkatan konsumsi lada demi menyerap
kelebihan suplai lada.

“Saat
ini produksi lada global mengalami suplai yang melebihi permintaan. Untuk itu,
negara anggota International Pepper
Community
(IPC) menggalang kerja sama melakukan promosi untuk meningkatkan
konsumsi lada domestiknya demi menyerap kelebihan suplai,” ujar Arlinda
beberapa waktu lalu.

Jelas Arlinda,
persoalan rendahnya harga perlu diatasi dengan upaya diplomasi oleh IPC,
mengingat 73 persen suplai lada dunia berasal dari negara anggota IPC. Selain
itu, upaya diplomasi juga perlu ditunjang kebijakan domestik, khususnya
kebijakan pemasaran lada, penguatan kelembagaan, dan hilirisasi produk berbasis
lada.

Sementara,
Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Antonius Yudi Triantoro menambahkan,
penciptaan permintaan (demand creation)
yang didukung kesiapan industri hilir dalam negeri adalah kunci.

“Lada
Indonesia baik yang dikonsumsi sendiri maupun diekspor masih banyak berbentuk
butir. Hilirisasi menjadi penting agar ada diversifikasi produk turunan di
pasar domestik dan global,” ujar Yudi.

Yudi
melanjutkan, salah satu cara menciptakan permintaan adalah dengan
mengampanyekan manfaat lada bagi kesehatan yang hingga kini masih belum gencar
dilakukan.

Secara
ilmiah seperti riset Universitas Pertanian Bogor, lada terbukti memiliki dampak
positif bagi kesehatan karena mengandung senyawa khas yang bermanfaat mencegah
penuaan dini dan anti inflamasi. Informasi manfaat lada bagi kesehatan ini
harus terus disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga dapat mendorong
peningkatan konsumsi.

“Kita
harus publikasikan bukti ilmiah yang menunjukan manfaat lada bagi kesehatan.
Pengembangan riset yang telah dilakukan Universitas Pertanian Bogor dapat
dimanfaatkan menjadi skala industri dan komersialisasi oleh pelaku usaha,”
imbuh Yudi.

Direktur
Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Ari Satria bilang, Ditjen PEN Kemendag akan
membantu pemangku kepentingan dalam mempromosikan, membuat kemasan yang
menarik, menciptakan merek (branding),
sampai memasarkan produk, dan mematenkan hak kekayaan intelektual (HKI).

“Ekspor
lada kita pada 2018 yang bernilai USD 152,48 juta sangat potensial
ditingkatkan, tidak hanya ke negara tujuan utama, tetapi juga ke mitra dagang
nontradisional lainnya,” tambah Ari.

Saat ini
pasar tujuan ekpsor lada Indonesia diantaranya Vietnam (USD 56,46 juta), India
(USD 18,31 juta), Amerika Serikat (USD 17,86 juta), Jerman (USD 9,20 juta), dan
Belanda (USD 7,58 juta).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pasar Lahan Industri Greater Jakarta Catatkan Performa Solid Sepanjang 2025

Sektor lahan industri di wilayah Greater Jakarta menutup tahun 2025 dengan catatan performa yang impresif. Meskipun tidak ada peluncuran...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img