Moneter.co.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengalokasikan pinjaman sekitar Rp 4 triliun untuk membiayai proyek kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).
Selain Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) turut ikut mengucurkan pinjaman untuk proyek tersebut. Sindikasi tersebut juga terbuka bagi bank swasta, mengingat proyek tersebut menggunakan jaminan pemerintah.
Adapun total pinjaman yang dibutuhkan untuk proyek tersebut diproyeksi akan berada di kisaran Rp 13 triliun hingga Rp 18 triliun.
Kartika Wirkoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, tiap-tiap bank mungkin sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 5 triliun. “Kami akan siapkan sekitar Rp 4 triliun,” ujar, Jumat (26/5).
Menurutnya, hingga kini pihaknya masih menghitung ulang kebutuhan pendanaan proyek pemerintah tersebut. Pasalnya, kebutuhan pendanaan proyek LRT ini mengalami perubahan, setelah sebelumnya diperkirakan sekitar Rp 23,3 triliun. Namun, proyeksi pendanaan tersebut melambung menjadi Rp 27 triliun.
Tiko menjelaskan, setelah penghitungan rampung, baru diketahui secara pasti kebutuhan dan porsi pembiayaan proyek. Adapun mengenai tingkat bunga, saat ini pihak bank berlogo pita emas ini masih dalam proses negosiasi.
“Besaran bunga akan dipengaruhi oleh besar imbal hasil (yield) dari Surat Berharga Negara (SBN) dan skema penjaminan,” ujarnya.
Rep.Hap




