Senin, April 27, 2026

Proyek Pipa Gas Duri-Dumai Sepanjang 64 Km Resmi Dimulai

Must Read

Moneter.co.id – Proyek
pipa gas Duri-Dumai sepanjang 64 km dengan titik awal tie in di Duri Meter
Station pipa Grissik-Duri (PT TGI) dan titik akhir di Kilang Pertamina Refinery
Unit II Dumai secara resmi dimulai.

Acara groundbreaking dilakukan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di
Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (13/11).

Arcandra menegaskan, pembangunan
dan pengoperasian pipa gas Duri-Dumai merupakan wujud dari sinergi BUMN yang
ditegaskan Pemerintah dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN
(Persero) Tbk melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 5975 K/12/MEM/2016 tanggal
27 Juni 2016. 

“Jika ada sinergi antar-BUMN maka semuanya akan
mendapatkan benefit,  PLN mendapat benefit, Badan usaha yang lain juga mendapatkan benefit dan
rakyat juga mendapat 
benefit,” kata Arcandra, Senin (13/11).

Ia menambahkan, guna mempercepat
pembangunan dan pengembangan infrastruktur energi, pengambilan keputusan harus
dipercepat namun tetap dalam koridor hukum. 

Sementara, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial
menjelaskan, pipa Duri-Dumai akan menyalurkan gas untuk Kilang Pertamina Dumai,
kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, dan industri petrokimia dalam
rangka mendorong nilai tambah ekonomi daerah, nasional serta daya saing
industri. 

Sumber gas yang dialirkan pada ruas pipa tersebut
berasal dari Blok Corriodor (ConocoPhillips), Blok Bentu (EMP), dan Blok Jambi
Merang (JOB Pertamina-Talisman).

Gas yang disalurkan ke Kilang Dumai digunakan
untuk konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas sehingga berpotensi
meningkatkan kemampuan produksi kilang, dengan kebutuhan gas sebesar 57 juta
standard cubic feet per day (MMSCFD) dan meningkat bertahap hingga 120 MMSCFD.

“Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan
sebesar USD52,2 juta dan menyerap tenaga kerja hingga 400 orang pada masa
konstruksi. Proyek ditargetkan selesai paling cepat 11 bulan, sehingga bulan
Oktober 2018 diharapkan sudah bisa beroperasi,” tambah Ego.

Direktur Utama PGN Jobi
Triananda Hasjim mengatakan, pihaknya selalu siap melaksanakan penugasan yang
diamanatkan pemerintah. “Komitmen kami adalah ketepatan waktu penyaluran gas ke
konsumen sehingga akan terus mengawal proses pembangunan pipa gas bumi
Duri-Dumai,” kata Jobi. 

Direktur Utama Pertagas Suko Hartono menambahkan,
proyek ini penting untuk menyuplai gas ke kilang RU II Pertamina dan industri
di Dumai.

“Ini adalah sinergi lintas BUMN (Pertagas, PGN, HK, PDC-Elnusa) yg
perlu dicontoh, jadi kami berharap kerja sama ini tidak selesai di pembangunan
transmisi namun dilanjutkan untuk pembangunan distribusi” ujarnya.

Wakil Menteri ESDM juga
menyaksikan Penyerahan dokumen pengalihan pengelolaan lapangan Jambaran Tiung
Biru dari ExxonMobil ke Pertamina EP Cepu dan penandatanganan tiga perjanjian
jual beli dan transportasi gas, yaitu: Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) Lapangan
Unitisasi Jambaran-Tiung Biru, antara Pertamina EP Cepu dan PT Pertamina EP,
dengan Pertamina; PJBG Jambaran-Tiung Biru, antara Pertamina dengan PT PLN
(Persero); Firm Gas Transportation Agreement (FGTA) untuk Duri-Dumai dari
Grissik (Sumatera Selatan) ke Duri (Riau) antara PT TGI dengan PGN. (SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

KB Bank Buka KCP Kota Baru Parahyangan, Perkuat Akses Layanan Ritel di Jawa Barat

PT Bank KB Indonesia Tbk terus mengakselerasi ekspansi jaringan dengan meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Kota Baru Parahyangan,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img