Jumat, Agustus 28, 2026

PT SMI Suntik Rp25 Miliar untuk Jalan Gunungsitoli

Must Read

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyiapkan pembiayaan Rp25 miliar untuk meningkatkan kapasitas struktur delapan ruas jalan strategis di Kota Gunungsitoli. Investasi infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperbaiki konektivitas sekaligus menekan biaya logistik dan waktu tempuh masyarakat serta pelaku usaha.

Langkah ini dilakukan di tengah kondisi jaringan jalan Gunungsitoli yang masih membutuhkan pembenahan. Pada 2026, jalan dalam kondisi layak di kota tersebut baru mencapai 54,70%. Dengan struktur ekonomi yang cukup bergantung pada perdagangan dan sektor berbasis komoditas, kualitas jalan menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi daerah.

Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa mengatakan pembangunan infrastruktur dasar memiliki peran penting dalam membuka potensi ekonomi daerah.

“Kondisi infrastruktur dasar menjadi salah satu kunci untuk membuka akses dan potensi ekonomi daerah. Melalui pembiayaan ini, PT SMI mendukung Kota Gunungsitoli meningkatkan kualitas ruas-ruas jalan strategis agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang maupun jasa dapat berjalan lebih efektif,” ujar Faaris dalam penandatanganan perjanjian pembiayaan di Kantor PT SMI, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Delapan ruas jalan yang mendapat dukungan pembiayaan meliputi Samasi–Tuhegeo II, Onozikho–Banua Sibohou, Onowaembo Idanoi–Batas Kabupaten Nias, Hiliweto Idanoi–Loloana’a Idanoi, Hilina’a–Alooa, Jalan Golkar, Onozitoli Sifaoroasi, serta Ombolata Simenari–Lolomboli.

Jalur tersebut memiliki fungsi strategis karena menghubungkan kawasan permukiman dengan sentra ekonomi, fasilitas pendidikan dan kesehatan, pelabuhan, serta pusat pemerintahan. Pemerintah berharap peningkatan kualitas jalan dapat memperlancar mobilitas sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai pusat kegiatan.

Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli mengatakan pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas fisik infrastruktur, tetapi juga pemerataan manfaat pembangunan.

“Bagi kami, pembangunan jalan bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata,” kata Sowa’a.

Dampak ekonomi dari perbaikan jalan menjadi semakin relevan mengingat perdagangan merupakan sektor terbesar dalam struktur PDRB Gunungsitoli pada 2025 dengan kontribusi 28,68%. Sektor konstruksi menyumbang 18,89%, sementara pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi 14,44%.

Sektor perdagangan tercatat memberikan nilai sekitar Rp2,19 triliun. Peningkatan kualitas jaringan jalan diharapkan memperlancar distribusi berbagai komoditas daerah, termasuk hasil perikanan, pertanian, dan perkebunan, sehingga rantai pasok lokal dapat berjalan lebih efisien.

Bagi pemerintah daerah, pembiayaan dari PT SMI juga memberikan alternatif di tengah keterbatasan ruang fiskal APBD. Skema tersebut memungkinkan pemerintah daerah tetap menjalankan pembangunan infrastruktur tanpa mengalokasikan seluruh kebutuhan pendanaan dari anggaran daerah.

Hingga Juni 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp37,41 triliun. Adapun outstanding pembiayaan daerah mencapai Rp13,67 triliun.

Pembiayaan Gunungsitoli menjadi bagian dari peran PT SMI dalam memperluas akses pemerintah daerah terhadap sumber pendanaan pembangunan. Dengan peningkatan konektivitas, pemerintah daerah berharap aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas dapat tumbuh lebih kuat sekaligus membuka akses ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Program ini juga sejalan dengan Misi 4 Gunungsitoli Hebat yang menargetkan pembangunan infrastruktur yang mantap, terintegrasi, dan berwawasan lingkungan. Di tingkat nasional, pengembangan infrastruktur tersebut turut mendukung agenda pemerataan pembangunan dan peningkatan kesempatan ekonomi sebagaimana diarahkan dalam RPJMN 2025–2029.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Vacancy Mal Masih Tinggi, Pengelola Pusat Belanja Jakarta Dituntut Lebih Selektif Pilih Tenant

Pemulihan bisnis pusat perbelanjaan di Jakarta masih menghadapi tantangan. Meski prospek sektor ritel dinilai tetap positif, tingkat kekosongan ruang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img