Selasa, Maret 3, 2026

PTRO Bagi Dividen Tahun Buku 2022 Sebesar Rp1,11 Triliun

Must Read

MONETER – Emiten
konstruksi pertambangan, PT Petrosea Tbk (PTRO) memutuskan membagikan dividen
tahun buku 2022 senilai US$76 juta atau sekitar Rp1,11 triliun.

 

Kata Direktur dan Chief Financial Officer Petrosea, Ruddy
Santoso, sebesar US$20,58 juta dari total dividen berasal dari 50% laba bersih
tahun berjalan 2022 yang mencapai US$41,16 juta.

 

“Tambahan sekitar US$55,42 juta bersumber dari saldo laba
yang tidak ditentukan penggunaannya. Pada akhir 2022, saldo laba Petrosea
mencapai US$274,39 juta,” ucapnya di Jakarta, Senin (15/5/2023).

 

“Total dividen 50% dari laba tahun berjalan 2022 dan
saldo laba ditahan sehingga menjadi US$76 juta,” kata Rudy lagi.

 

Jika dibagi dengan jumlah saham beredar dan tidak memperhitungkan
treasury stock PTRO sebanyak 16,94
juta saham, maka dividen yang akan dibagikan Petrosea bernilai US$0,07664 atau
sekitar Rp1.126 per sahamnya.

 

Berdasarkan laporan keuangan 2022, Petrosea mencatatkan
total pendapatan sebesar US$476,31 juta atau setara Rp7,42 triliun (kurs Jisdor
Rp15.592 per dolar AS). Pendapatan ini meningkat 14,57% dibandingkan tahun lalu
sebesar US$415,73 juta.

 

Pendapatan Petrosea tercatat ditopang oleh pendapatan
penambangan yang meningkat 13,75% menjadi US$340,03 juta di akhir 2022, dari
US$298,29 juta secara tahunan atau year
on year
(yoy).

 

Sementara itu, pos pendapatan lain seperti pendapatan
konstruksi dan rekayasa serta jasa perseroan mengalami penurunan. Pendapatan
konstruksi dan rekayasa perseroan naik 35,14% menjadi US$86,70 juta, dan
pendapatan jasa turun 6,78% menjadi US$46,84 juta hingga akhir 2022.

 

Kenaikan pendapatan juga turut meningkatkan beban usaha
langsung perseroan sepanjang 2022. Pos beban ini naik 11,62% dari US$341,17
juta di tahun 2021, menjadi US$380,82 juta di tahun 2022.

 

Selain itu, perseroan juga tercatat mengalami kenaikan
beban administrasi sebesar 15,98% menjadi US$34,56 juta dari US$29,79 juta
tahun sebelumnya. Beban bunga dan keuangan juga tercatat naik menjadi US$7,42
juta dari sebelumnya US$5,57 juta.

 

Meski demikian, hingga akhir 2022 PTRO berhasil
mencatatkan peningkatan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk
sebesar US$40,92 juta atau Rp638,08 miliar sepanjang 2022. Laba bersih
perseroan meningkat 10,73% dari US$33,95 juta dibandingkan tahun 2021.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img