Moneter.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, saat ini masih ada sebesar 3,4 juta rumah yang tidak layak huni di Indonesia.
Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan, jumlah selisih pasokan dan permintaan rumah (backlog) masih sangat tinggi sehingga masyarakat sulit membeli rumah.
“Pembangunan di Indonesia masih menghadapi tantangan berat, masih kurangnya backlog kiranya rumah layak huni 7,6 juta unit. Masih terdapat 3,4 juta unit rumah enggak layak huni,” ujarnya, Selasa (16/5).
Ia menjelaskan, kebutuhan rumah bagi keluarga baru sebanyak 800 ribu unit per tahun. Pemerintah berupaya untuk mengurangi jumlah backlog ini agar kesenjangan berkurang.
“Kebutuhan rumah untuk keluarga baru sekitar 800 ribu unit rumah per tahun. Untuk mengatasi itu pemerintah mengatasi kesenjangan kebutuhan rumah atau backlog,” ucap Lana.
Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 telah disiapkan terkait rencana penyelenggaraan perumahaan yang berkelanjutan. “Ini menjadi penanda harga rumah terjangkau yang layak dibeli msyarakat,” ujar Lana.
Menurutnya, dalam RPJMN juga telah disusun strategi untuk menghadapi tantangan pembangunan perumahan.
“Pertama, revaluasi perpajakan, penyempurnaan dari sisi perpajakan, inesntif perpajakan, pemberdayaan masyarakat, dan kedua, bantuan teknis kepada kelompok masyarakat untuk mengatasi tingginya masalah backlog,” tutup Lana.
Rep.Top




