Senin, November 2, 2026

Pupuk Indonesia Bangun Dua Pabrik Soda Ash, Substitusi Impor 600.000 Ton

Must Read

PT Pupuk Indonesia (Persero) memperluas bisnis hilirisasi dengan mengembangkan industri Soda Ash dan Amonium Klorida. Langkah ini menjadi strategi perseroan untuk menekan ketergantungan impor bahan baku kimia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Melalui anak usahanya, PT Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia menggandeng PT Rekayasa Industri (Rekind) untuk menggarap pembangunan pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida di Jawa Timur. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, pengembangan industri hilir menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri nasional melalui peningkatan kapasitas produksi bahan baku di dalam negeri.

“Melalui hilirisasi, kita memperluas kemampuan Indonesia menghasilkan bahan baku industri, mengurangi ketergantungan impor, dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” ujarnya.

Peluang substitusi impor menjadi salah satu daya tarik utama proyek ini. Pasalnya, kebutuhan Soda Ash nasional sepanjang 2025 masih sepenuhnya dipenuhi dari impor dengan volume sekitar 1,05 juta ton senilai US$225 juta.

Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik dirancang memiliki kapasitas produksi 300.000 ton per tahun. Kapasitas tersebut diproyeksikan mampu menggantikan sekitar 29% volume impor nasional dengan potensi penghematan devisa mencapai Rp1,4 triliun per tahun.

Tak hanya Soda Ash, fasilitas ini juga akan menghasilkan Amonium Klorida sebanyak 300.000 ton per tahun. Produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk NPK sehingga memperkuat keterkaitan antara industri kimia dan bisnis pupuk.

Pengembangan kedua produk ini menjadi bagian dari strategi Pupuk Indonesia untuk memperluas diversifikasi produk sekaligus meningkatkan nilai tambah dari kegiatan operasional perusahaan.

“Pupuk Indonesia mengemban dua mandat strategis yang saling memperkuat, yaitu menjaga ketahanan pangan dan membangun kedaulatan industri nasional. Kedua mandat ini menjadi arah bagi setiap investasi, inovasi, dan langkah transformasi yang kita jalankan,” kata Rahmad.

Di sisi lain, proyek ini juga mengusung pemanfaatan teknologi rendah karbon melalui pengolahan karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses produksi pupuk. Fasilitas Soda Ash Petrokimia Gresik dirancang memanfaatkan sekitar 174.000 ton CO2 per tahun sebagai bahan baku produksi.

Upaya tersebut sejalan dengan agenda dekarbonisasi Pupuk Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060. Perseroan juga telah melakukan pengujian teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) melalui fasilitas pilot plant di Petrokimia Gresik.

Hasil pengujian menunjukkan tingkat efisiensi penangkapan CO2 mencapai 91,48% hingga 97,79%. Capaian tersebut membuka peluang pemanfaatan emisi industri sebagai bahan baku produk kimia yang memiliki nilai ekonomi.

“Melalui Proyek Soda Ash dan Amonium Klorida ini, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi dapat dikembangkan menjadi kemampuan industri, dan bahwa teknologi rendah karbon dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata,” ujar Rahmad.

Pupuk Indonesia juga tengah mengembangkan pabrik Soda Ash melalui Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Bontang, Kalimantan Timur. Kedua proyek tersebut memiliki kapasitas produksi gabungan sebesar 600.000 ton per tahun, setara sekitar 60% dari volume impor Soda Ash nasional.

Ketika kedua fasilitas beroperasi penuh, Pupuk Indonesia memperkirakan potensi penghematan devisa mencapai Rp2 triliun per tahun. Pengembangan ini sekaligus menjadi bagian dari agenda pembangunan dan revitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan untuk memperkuat industrialisasi dan ketahanan industri nasional.

“Momentum ini menjadi kesempatan bagi Pupuk Indonesia Group untuk menunjukkan bahwa industri pupuk mampu menjadi penggerak transformasi industri nasional melalui penguatan pasokan bagi pertanian, perluasan hilirisasi, dan pengembangan industri rendah karbon yang berdaya saing,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Wamenaker Tekankan Keterampilan Digital dan Pelindungan Hak Insan Pers di Era AI

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya peningkatan keterampilan digital bagi insan pers dalam menghadapi pesatnya perkembangan kecerdasan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img