Moneter.id – PT
Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan pendapatan sebesar Rp 26,34 triliun di tahun
2019. Pendapatan ini anjlok 28,75% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar
Rp 28,75 triliun.
“Namun laba bersih perseroan naik tipis 0,45% dari Rp
2,20 triliun menjadi Rp 2,21 triliun,” tulis perseroan yang dirilis di Jakarta,
akhir pekan lalu.
Perseroan menyebutkan, total pendapatan perseroan
sebagian besar ditopang oleh pendapatan dari lini bisnis konstruksi tercatat Rp
15,36 triliun atau menyusut 43,59% dari sebelumnya sebesar Rp 27,18 trilun per
Desember 2019.
Sedangkan pendapatan dari tol senilai Rp 10,13
triliun, naik 12,18% dari periode sama tahun 2018 mencapai Rp 9,03 triliun.
Kemudian pendapatan dari usaha lainnya berkontribusi sebesar Rp 853,46 miliar
meningkat 14,08% dari sebelumnya sebesar Rp 748,12 miliar.
Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, M. Agus Setiawan
mengatakan, pengoperasian ruas jalan tol baru yang telah beroperasi mulai tahun
2016 hingga 2019 telah berkontribusi pada peningkatan pendapatan tol.
Hal ini juga didukung oleh keberhasilan perseroan
dalam menjaga pertumbuhan EBITDA yang pada tahun 2019 mencapai nilai Rp6,88
triliun atau tumbuh sebesar 14,26% dari tahun 2018, sedangkan untuk margin
EBITDA sebesar 62,65%.
“Ini merupakan pencapaian Jasa Marga untuk tetap
menjaga kinerja positif,” ucapnya.
Kata Agus, beban pokok pendapatan perseroan tercatat
turun 35,90% menjadi Rp 19,90 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 31,05 triliun.
Total beban pokok pendapatan terdiri atas beban tol
dan usaha lainnya sebesar Rp 4,63 triliun dan beban konstruksi Rp 15,26
triliun.
Menurut Agus, sepanjang tahun 2019, Jasa Marga telah
mengoperasikan jalan tol mencapai hampir dua kali lipat dari tahun 2016.
Disampaikannya, pengoperasian ruas-ruas jalan tol baru
ini menyumbang total aset dari sisi hak pengusahaan jalan tol yang mencapai
Rp99,68 triliun atau meningkat sebesar 20,94% dari tahun 2018.
“Total enam jalan tol baru sepanjang 161,58 Km
berhasil dioperasikan oleh Jasa Marga di tahun 2019, sehingga hingga akhir
tahun 2019 Jasa Marga berhasil mengoperasikan total 1.162 Km jalan tol,” ujar
Agus.
Tahun ini, perseroan memproyeksikan EBITDA tumbuh
signifikan lebih dari 15% dibandingkan dengan raihan tahun lalu. Hal ini
disebabkan karena banyak beberapa ruas tol baru yang beroperasi.
“Namun harus diakui, bisnis
jalan tol juga terkena dampak dari pandemi Covid-19,” tungkasnya.




