Senin, Maret 2, 2026

Realisasi KPR BNI Naik 5,6 Persen di Kuartal II/2020

Must Read

Moneter.id
– 
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk atau BNI mencatat peningkatan realisasi kredit pemilikan rumah
(KPR) sebesar 5,6% pada kuartal II/2020. Realisasi ini tumbuh
dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan portofolio mencapai Rp44,8
triliun.

“Secara nasional
ini sekitar 9% dari total KPR,” kata Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina
Leyla Karnalis di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya, pertumbuhan
ini tidak terlepas dari inovasi dalam digitalisasi pengajuan KPR yang
memudahkan bagi calon debitur termasuk promo yang gencar diadakan bank BUMN
ini.

Baca juga: Di Pameran Properti Digital, Dengan Gaji Rp2 Juta Sudah Bisa KPR BNI

Berdasarkan data Bank
Indonesia (BI), industri KPR nasional per April 2020 tumbuh 5,39% atau menurun
dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 13,75%.

Pada masa pandemi
COVID-19 yang mulai muncul di Tanah Air pada awal Maret 2020, pertumbuhan
industri KPR pada April 2020 turun 0,13%.

Sementara itu, kenaikan
harga properti di pasar primer pada kuartal I/2020 tumbuh melambat yang
ditunjukkan dari indeks harga properti residensial yang menurun 1,68% dibandingkan
posisi Desember 2019 sebesar 1,77%.

Penjualan properti
residensial pada kuartal I/2020 menurun signifikan hingga minus 43,18%
dibandingkan periode sama tahun lalu di seluruh tipe rumah.

Sedangkan, jumlah
konsumen menggunakan KPR dalam pembelian properti residensial sebesar 74,73%
pada kuartal I/2020.

Corina optimistis
pihaknya mampu mempertahankan pertumbuhan atau bahkan bisa ditingkatkan dari
pencapaian pada kuartal kedua ini hingga akhir tahun karena BNI membuka promo
baru KPR bagi milenial.

Sementara itu, terkait
angka kredit bermasalah (NPL) untuk KPR pada masa pandemi COVID-19 ini, ia
mengungkapkan NPL BNI masih di bawah 3%.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ancaman Obesitas Menghantui Usia Produktif di Indonesia

Masalah berat badan berlebih di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar urusan estetika menjadi ancaman kesehatan yang nyata, terutama...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img