Moneter.id – PT.
Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) membukukan rugi bersih Rp 6,74 miliar di paruh
pertama 2018. Angka ini naik 34,8% dari periode yang sama tahun 2017 yang
mencapai Rp 5 miliar.
“Pendapatan
bunga bank pada Juni 2018 menjadi Rp 35,13 miliar. Begitu pula dengan
pendapatan operasional di luar bunga yang hanya tinggal Rp 1,84 miliar,” tulis
siaran pers perseroan, Minggu (29/7).
Pada
saat yang sama, tulisnya, Bank Artos harus menanggung beban bunga Rp 20,56
miliar dan beban operasional Rp 23,03 miliar.
Bank Artos
pun harus pula menanggung penurunan aset menjadi Rp 758,78 miliar pada semester
I/2018 dari Rp 826,41 miliar pada periode sebelumnya.
Penurunan
aset ini diakibatkan oleh penurunan penempatan dana di Bank Indonesia dan
penurunan surat berharga.
Sementara,
penyaluran kredit Bank Artos pun terlihat tidak ekspansif karena menurun
menjadi Rp 462,4 miliar pada Juni 2018 dari Rp 494,66 miliar pada Juni 2017.
Dilihat
dari rasio keuangan pun, beberapa menunjukkan performa negatif seperti return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) yang tercatat
-1,78% dan -10,25%.
Bahkan
rasio kredit bermasalah (non performing
loan/NPL) gross melonjak menjadi 8,3% pada Juni 2018 dari 7,57% pada Juni
2017.
(TOP)




