Minggu, Maret 1, 2026

RUPST Unilever Indonesia, Rombak Direksi dan Catat Penjualan Bersih Rp41,8 Triliun

Must Read

Moneter.id – PT
Unilever Indonesia mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp41,8 triliun atau
meningkat 2,4% tanpa memperhitungkan penjualan aset bisnis margarin (
spreads) yang didivestasi pada kuartal
III/2018 dan membukukan laba bersih Rp9,1 triliun.

Direktur
dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso mengatakan bahwa
kinerja tersebut ditopang oleh segmen usaha Home
and Personal Care
(HPC) hingga 67% dan segmen Food and Refreshment (FNR) sebesar 33%.

“Hasil
ini ditunjang membaiknya kinerja perseroan pada semester II/2018, di mana
perseroan mencatat laju pertumbuhan sebesar 5,1%,” katanya.

Perseroan
juga mencatatkan penjualan domestik tumbuh konsisten dan positif, di mana pada
kuartal I/2019, perseroan mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 4,9%
dengan kontribusi penjualan sebesar 95% dari total penjualan perseroan.

Sancoyo
menyampaikan, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar Selasa (21/5)
pagi, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mengesahkan pembagian dividen
interim untuk tahun buku 2018 dari laba perseroan, yang dibagikan pada 5
Desember 2018 sebesar Rp410 per saham.

“Selain
itu, RUPST juga menyetujui pembagian deviden final dari laba bersih perseroan
sejumlah Rp775 per saham. Sehingga dividen seluruhnya yang diterima oleh
pemegang saham adalah Rp1.185 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp9,0
triliun,” ujar Sancoyo.

Dividen
final untuk 2018 akan dibagikan kepada pemegang saham yang berhak selambatnya
pada 18 Juni 2019.

Selain
itu, RUPST juga menyetujui perubahan susunan direksi dan dewan komisaris
perseroan dengan mengangkat Sri Widowati dan Veronika Utami sebagai direktur
perseroan, serta mengangkat Deborah Herawati Sadrach sebagai komisaris independen
perseroan.

“Dalam
situasi yang terus berubah secara cepat serta persaingan tinggi, kami percaya
perseroan akan tetap tumbuh secara positif apabila kami menjalankan bisnis
berlandaskan misi sosial yang kuat dan kesiapan menghadapi tantangan,” kata
Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Hemant Bakshi.

Menurut
Hemant, agar siap menghadapi tantangan masa depan, perseroan senantiasa
melakukan transformasi pada setiap lini bisnisnya.

“transformasi
diperlukan agar perseroan bisa memberikan produk dan layanan yang relevan
dengan keinginan konsumen dan pelanggan, serta mampu beradaptasi dengan
perubahan,” pungkas Hemant.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img