Sabtu, April 18, 2026

Moka Berbagi Strategi Bisnis dengan Tren Data Ramadan

Must Read

Moneter.id – Startup penyedia
layanan sistem kasir digital, Moka merilis
data-driven insight yang bisa dimanfaatkan oleh
pelaku UKM sebagai bahan evaluasi strategi
bisnis Ramadan tahun ini dibandingkan
dengan Ramadan tahun lalu untuk para pelaku UKM
guna mempersiapkan bisnis di hari
raya yang lebih baik.

Hutami Nadya, Data Analyst Moka menjelaskan
poin-poin menarik yang dapat menjadi acuan 
bagi pelaku UKM
untuk mengevaluasi bisnisnya selama Ramadan.

 

“Dapat disimpulkan
bahwa puncak penurunan transaksi akan terjadi di minggu Idul Fitri, namun
penjualan akan kembali naik pada minggu pertama setelah Idul Fitri,” jelasnya,
Selasa (21/05/2019).

 

Menurut Hutami,
langkah yang bisa diambil oleh para pelaku UKM setelah melihat tren aktivitas
ini adalah dengan memperpanjang periode diskon hingga minggu pertama setelah
Ramadan, menawarkan produk baru, menjual stok lama dengan promo paketan, serta
meningkatkan program loyalitas dengan menawarkan
reward khusus setelah bulan Ramadan.

 

Melalui medium microsite dan e-book Ramadan yang dapat diakses
secara gratis, paparan data ini memberikan tiga gambaran utama untuk bisnis,
yaitu dengan menunjukkan tren ritel dan F&B selama Ramadan, perubahan perilaku
konsumen pada saat sahur dan berbuka puasa, serta antisipasi penurunan
penjualan setelah Ramadan usai.

 

Selama Ramadan,
industri ritel, F&B dan servis mengalami peningkatan transaksi yang 
signifikan,
terutama pada minggu-minggu akhir di bulan Ramadan. Komoditi seperti pakaian 
dan aksesoris
mengalami peningkatan volume pendapatan sebanyak 38,8% sementara 
jumlah transaksi
tiap outletnya pun naik hingga 68,1%.

 

Salah satu produk
pakaian yang paling laku terjual saat bulan Ramadan tahun 2018 adalah hijab,
dengan preferensi hijab berbahan
voile polos
dan syal bermotif serta hijab dengan warna lembut seperti merah muda, persik
dan biru. Berbeda dengan tahun lalu dengan hijab berbahan
voile polos yang banyak digemari, data
menunjukkan bahwa hijab
voile bermotif
mulai mendominasi pasar di Ramadan 2019.

 

Untuk bisnis
F&B, tren penjualan di tahun 2018 lebih kurang serupa dengan tahun 2019, di
mana pada minggu
pertama Ramadan, bisnis F&B sedikit melemah dibandingkan minggu 
sebelumnya dengan
penurunan jumlah transaksi antara 20-30 persen tiap outlet.

 

Penjualan di bisnis
F&B kembali meningkat di minggu kedua Ramadan dan diperkirakan akan terus 
meningkat sampai
minggu terakhir Ramadan, yaitu 15-25% lebih tinggi dibandingkan dari minggu
kedua Ramadan.

 

Namun begitu,
terlepas dari angka pertumbuhan bisnis yang positif, terdapat penurunan
penjualan di berbagai industri satu minggu setelah Hari Raya. Adapun penurunan
yang terjadi sejumlah 42,5% pada
merchant kuliner,
67,75% pada
merchant ritel,
dan 70% pada
merchant servis.
Diperlukan strategi khusus bagi para pelaku UKM agar tetap dapat meningkatkan
performa bisnisnya bahkan sampai Ramadan usai.

 

“Dengan mengetahui
tren yang berlangsung dan memanfaatkan momentum, kami 
berharap para
pelaku usaha dapat tetap produktif untuk meningkatkan produksi dan penjualan 
bisnis,” kata Destry Anna Sari, Asisten Deputi Pemasaran
Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia.

 

Tidak hanya ebook Ramadan, Moka juga menyalurkan
semangat #BantuLebihBaik untuk para 
pelaku UKM melalui microsite yang berisi berbagai info dan
inspirasi bisnis terkini seperti kisah 
inspiratif merchant dan juga tips berbisnis sesuai
dengan industrinya masing-masing. Laman

tersebut dapat
diakses melalui https://info.mokapos.com/bantulebihbaik.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Angel Pieters Rilis Garis Tangan, Single Terbaru Tentang Keikhlasan Melepas Seseorang

Angel Pieters hari ini secara resmi merilis single terbarunya, “Garis Tangan” sebuah karya lagu yang dipercaya menyimpan cerita tentang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img