Selasa, Maret 3, 2026

Sah, The Duck King Tawarkan 513,33 Juta Lembar Saham di BEI

Must Read

Moneter.id – Perusahaan pengelola jaringan restoran chinese food terbesar
di Indonesia, PT Jaya Bersama Indo Tbk (Perseroan) resmi mencatatkan saham di
Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan merupakan perusahaan pengelola restoran
salah satunya The Duck King.

Emiten dengan kode perdagangan DUCK ini menawarkan
sebesar 513,33 juta lembar saham dengan harga Rp 505 per saham melalui
mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (Initial
Public Offering
/IPO). Nilai tersebut, setara dengan 40% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO. 

Direktur PT Jaya Bersama Indo, Dewi Tio mengatakan tujuan
mendapatkan dana publik ini untuk ekspansi bisnis, membuka gerai baru dan
merenovasi gerai yang ada.

“Ke depannya kita ingin ekspansi 12 gerai di dalam
dan luar negeri, tiga gerai di antaranya di luar negeri,” kata Dewi di
Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/10).

Dewi
menjelaskan, gerai baru akan dibuka pada sejumlah kota besar di Indonesia seperti
di Jawa, Bali, Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, Perseroan juga akan
berekspansi ke luar negeri dengan menyasar pasar di Vietnam, Kamboja, dan
Myanmar.

DUCK
menjadi emiten ke-43 yang tercatat di BEI tahun 2018 atau emiten ke-606. Dalam
aksi korporasi ini, Perseroan menunjuk PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT
Danareksa Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin
pelaksana emisi efek.

Pada
2003, Perseroan membuka restoran pertama di Senayan Trade Centre, Jakarta.
Perseroan fokus pada masakan tradisional Tiongkok, tanpa daging dan lemak babi.
Adapun hidangan utamanya adalah bebek peking panggang.

Saat
ini, perusahaan memiliki tiga brand utama, yaitu The Duck King, Fook Yew, dan
Panda Bowl. Perseroan juga memiliki tujuh submerek dari The Duck King untuk
menangkap permintaan di segmen konsumen kelas menengah yang sedang tumbuh di
Indonesia.

Pada
2017, perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 23,4 persen
dari Rp 436 miliar pada tahun 2016 menjadi sebesar Rp 538 miliar pada 2017.
Adapun EBITDA naik 118,2% dari Rp 62 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp 134
miliar pada tahun 2017. Margin EBITDA mencapai 24,9%. 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img